alexametrics

Dipecat Karena Pandemi, Perlukah Dimasukkan ke Dalam CV? Ini Kata HRD

Bimo Aria Fundrika
Dipecat Karena Pandemi, Perlukah Dimasukkan ke Dalam CV? Ini Kata HRD
Ilustrasi lamaran kerja (Shuttertstock).

Akibat pembatasan sosial, banyak perusahaan mengurangi bahkan menghentikan aktivitasnya. Hal ini berdampak pada pemasukan dan keuntugan perusahaan tersebut.

Suara.com - Pandemi virus corona tidak hanya berdampak pada kesehatan. Melainkan juga pada sektor ekonomi.

Akibat pembatasan sosial, banyak perusahaan mengurangi bahkan menghentikan aktivitasnya. Hal ini berdampak pada pemasukan dan keuntugan perusahaan tersebut.

Maka tidak heran jika banyak perusahaan yang akhirnya memutus hubungan kerja para karyawannya. Pertanyaan yang muncul kemudian, perlukah memasukkan hal itu ke dalam sebuah CV?

Dilansir dari New York Post, Gregory Giangrande yang pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai kepala eksekutif sumber daya manusia di sebuah perusahaan memberikan sarannya.

Baca Juga: HRD Nangis Lihat Ini! Viral Foto Surat Lamaran Kerja Tak Ada Sopan-Sopannya

Ilustrasi interview kerja (unsplash/Johanna Buguet)
Ilustrasi interview kerja (unsplash/Johanna Buguet)

Menurut Gregory, ada satu aturan keras dan cepat dalam hal resume yang harus diperhatikan 100 persen setiap saat, yakni jangan pernah berbohong.

Ia mengungkapkan bahwa tidak masalah memasukkan kondisi tersebut ke dalam CV. Menurut Gregory itdak ada alasan untuk menyembunyikan fakta tersebut.

"Anda dan jutaan orang lainnya kehilangan pekerjaan karena pandemi. Semua orang mengerti. Anda adalah salah satu yang beruntung karena pemberi kerja Anda dengan cepat menelepon Anda kembali." kata dia.

"Ini adalah fakta positif yang dapat Anda manfaatkan ketika Anda menceritakan kisah Anda - bahwa Anda adalah salah satu orang pertama yang dipekerjakan kembali," kata dia.

Sebagai informasi, seiring dengan terus bertambahnya kasus virus corona, gelompang PHK juga masih terus bermunculan. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang bangkrut, dan mau tidak mau memberhentikan para pekerjanya. 

Baca Juga: Apes! Gegara Jejak Digital, Warganet Ini Ditolak HRD

Komentar