alexametrics

Kenapa Rasa Makanan Sisa yang Dipanaskan Lebih Enak? Ternyata Ini Sebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Kenapa Rasa Makanan Sisa yang Dipanaskan Lebih Enak? Ternyata Ini Sebabnya
Ilustrasi kari daging kambing anti prengus. (Pixabay/Huahom)

Beberapa masakan bahkan malah lebih enak jika sudah dipanaskan berulang kali. Mengapa bisa demikian?

Suara.com - Pernahkah kamu penasaran, kenapa makanan sisa yang dipanaskan bisa terasa lebih enak? Apa yang membuat masakan tertentu bisa jadi seperti itu?

Banyak orang sengaja memasak sayur, daging, atau kari pada malam untuk dipanaskan kembali pada pagi hari dan disantap sebagai menu sarapan.

Bukan tanpa alasan, banyak orang merasa makanan jadi lebih enak kalau sudah dipanaskan, bahkan hingga berulang kali.

Dilansir dari Mirror UK, Charles Spence, seorang ilmuwan makanan dan psikolog eksperimental di Universitas Oxford berusaha memahami lezatnya mengonsumsi sisa makanan.

Baca Juga: Kurangi, 4 Makanan Ini Bisa Memicu Peradangan dalam Tubuh

Ilustrasi kari kentang. (Pixabay/yvonneanje)
Ilustrasi kari kentang. (Pixabay/yvonneanje)

Menurut Charles Spence, orang sering mengatakan bahwa makanan terasa lebih enak pada hari setelah pertama kali disiapkan atau esok harinya. Dia sendiri juga mengakui bahwa kari lebih enak dikonsumsi setelah dipanaskan kembali esok harinya daripada saat baru jadi.

"Hidangan yang terasa lebih enak ketika dipanaskan kembali menjadi lembap (makanan tak mengering atau terlalu basah). Biasanya, makanan ini kerap mengandung berbagai bahan kompleks," papar Charles Spence.

Dia bilang, rasa kari bakal menyebar dengan rata saat disimpan di dalam lemari es. Walau kari biasanya terbuat dari 20 atau 30 bumbu berbeda, semua bumbu itu harus berbaur atau tercampur jadi satu.

Pada waktu bersamaan, semakin lama daging terendam dalam bumbu kari, rasanya semakin lezat dan matang daripada saat dimasak pertama kali.

Anda bahkan tidak perlu cemas daging dalam kari mengeras saat disimpan di lemari es semalaman. Hal itu karena gelatin akan meleleh ketika dipanaskan sehingga daging menjadi lebih lembut di mulut.

Baca Juga: Berbagai Mitos Tentang Makanan Bagi Pasien Kanker

Ilustrasi lasagna kulit pangsit. (Pixabay/@Lukinigor)
Ilustrasi lasagna kulit pangsit. (Pixabay/@Lukinigor)

"Banyak orang mungkin pernah mendengar tentang cemilan keripik yang dimasak tiga kali untuk hidangan tertentu dan cara kerjanya pun sama," kata dia.

Sisa lasagna pun bisa dimasak atau dipanaskan sebanyak tiga kali. Pertama, masak perlahan daging setelah matang, kemudian panggang atau dimasak untuk kedua kalinya. Setelah itu, daging dipanaskan kembali untuk ketiga kali.

Charles Spence juga sudah melakukan survei tentang pendapat orang-orang di Inggris tentang makanan sisa. Hasilnya, memang banyak orang menganggap masakan terasa jauh lebih enak saat disimpan untuk dipanaskan kembali esok harinya.

Jadi, tidak heran kalau orang-orang suka menyimpan makanan sisa tertentu untuk sengaja dikonsumsi lagi di kemudian hari. Beberapa makan yang kerap disimpan semalaman termasuk pizza, spaghetti bolognese, dan casserole.

Komentar