Pindah ke Desa Indah di Italia Ini Bisa Dapat Ratusan Juta Rupiah Per Tahun

Irwan Febri Rialdi, Hiromi Kyuna

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:08 WIB
Pindah ke Desa Indah di Italia Ini Bisa Dapat Ratusan Juta Rupiah Per Tahun
Santo Stefano di Italia (envato elements by StevanZZ)

Suara.com - Italia adalah negara yang banyak dijadikan turis sebagai destinasi wisata mereka. Banyak hal menarik yang membuat orang-orang ingin berlibur ke negera ini. Mulai dari pantainya yang menawan hingga situs bersejarah populer menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Namun, siapa sangka negara yang cukup populer ini memiliki masalah pada tingkat populasi yang kian menurun di sejumlah wilayah. Di banyak kota di Italia banyak rumah yang bahkan dibanderol dengan harga satu euro.

Sebelumnya sebuah desa bernama Teora menawarkan insentif bagi orang yang bersedia pindah ke desa tersebut. Kali ini hal serupa dilakukan kembali. Ada sebuah desa lagi yang rela membayar orang untuk menetap dan memulai bisnis di sana.

Desa ini bernama Santo Stefano. Desa ini terletak di kawasan Abruzzo, sebuah daerah di sebelah selatan Italia bagian tengah. Di desa ini, penduduk dapat menyewa tempat tinggal untuk hidup. Namun, tentu hal ini tak jadi masalah karena dewan kota akan membayar biaya hidup bulanan kepada penduduk baru.

Santo Stefano di Italia (envato elements by StevanZZ)
Santo Stefano di Italia (envato elements by StevanZZ)

Penduduk baru akan dibayar selama tiga tahun dengan nilai maksimum sebesar 8 ribu euro atau mencapai sekitar Rp 139 juta per tahun. Selain itu, disediakan pula dana hingga 20 ribu euro atau sekitar Rp 348 juta untuk memulai bisnis. Waw! Sebuah angka yang fantastis.

Tunggu dulu, pindah ke lokasi ini dan mendapatkan insentif tersebut tentu ada syarat yang harus dipenuhi. Pelamar tak boleh berasal dari sekitar Desa Stefano, harus penduduk Italia, Uni Eropa atau memiliki hak untuk tetap berada di Uni Eropa untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Usianya pun diatur minimal 18 tahun dan maksimal 40 tahun. Selain itu, calon warga Desa Santo Stefano tak boleh berasal dari daerah yang penduduknya kurang dari dua ribu jiwa.

Santo Stefano di Italia (envato elements by Omelnickiy)
Santo Stefano di Italia (envato elements by Omelnickiy)

Nantinya penduduk terpilih akan diatur aktivitas yang akan dijalani, misal menjadi pemandu dan staf untuk kantor informasi, petugas kebersihan dan pemeliharaan, toko obat sampai pedagang makanan. Bisa dibilang, penduduk baru tidak bisa melakukan bisnis sesuai dengan yang dikehendaki.

Selain itu, penduduk harus tinggal di desa ini minimal lima tahun. Syarat-syarat ini ditetapkan agar ada batasan dan tak sembarang orang datang kemudian mengambil uang tinggal setahun dan pergi dari desa ini.

baca juga

Santo Stefano saat ini hanya memiliki 115 penghuni dan sekitar setengahnya adalah pensiunan. Hal ini lah yang memicu adanya program insentif untuk orang yang bersedia pindah dan berwirausaha di desa ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menikmati Wisata Alam Sekaligus Belajar Konservasi di Kebun Raya Kuningan

Menikmati Wisata Alam Sekaligus Belajar Konservasi di Kebun Raya Kuningan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2020 | 11:38 WIB

Perahu Wisata Terbalik, Balawisata: Kapal Kapasitas 10 Diisi 28 Penumpang

Perahu Wisata Terbalik, Balawisata: Kapal Kapasitas 10 Diisi 28 Penumpang

Banten | Senin, 26 Oktober 2020 | 09:26 WIB

5 Tempat Wisata di Bali Ini Cocok untuk Destinasi Liburan usai Pandemi

5 Tempat Wisata di Bali Ini Cocok untuk Destinasi Liburan usai Pandemi

Bali | Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×