Wajib Tahu, Ini Sejarah Panjang Penetapan Taman Nasional Komodo

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:59 WIB
Wajib Tahu, Ini Sejarah Panjang Penetapan Taman Nasional Komodo
Hewan langka Komodo (Shutterstock)

Suara.com - Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca dianggap tengah mendapat ancaman lantaran rencana pemerintah membangun tempat wisata Jurassic Park di pulau yang jadi habitat sekitar 5.700 ekor kadal raksasa atau komodo.

Rencana ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, baik pemerhati satwa, penduduk setempat hingga masyarakat Indonesia dari lintas sektor. Pembangunan tempat wisata Jurassic Park dianggap hanya akan merusak dan mengganggu habitat komodo yang berkembangbiak hingga mencari makan di pulau tersebut.

Tiga pulau besar Rinca, Komodo, dan Padar ditetapkan sebagai kawasan Cagar Biosfer yang berada di bawah naungan UNESCO sejak Januari 1977. Cagar Biosfer adalah wilayah asli atau kawasan yang terdiri dari darat, laut dan pesisir yang dilindungi sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati, dan kehidupan berkelanjutan.

Tahukah Anda? Ada sejarah panjang di balik penetapan Taman Nasional Komodo sebagai cagar biosfer oleh UNESCO.

Dua komodo sedang bertarung. [shutterstock]
Dua komodo sedang bertarung. [shutterstock]

Mengutip situs UNESCO, Selasa (27/10/2020) sejak pulau Rinca, Komodo, dan Padar sebagai cagar biosfer dan mandat pengawasannya diatur dalam undang-undang nasional di bawah pemerintahan Indonesia, sebagai bentuk perlindungan habitat asli komodo yang tidak ada tempat lain di seluruh dunia.

Tim konservasi tewas dalam kecelakaan kapal di laut

Setelah perlindungan diterapkan dalam undang-undang dan disetujui UNESCO, misi perlindungan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi dimulai dengan tim dari UNESCO Jakarta dan Komite Warisan Dunia Indonesia berlayar ke pulau Komodo.

Di Juli 1995 tim yang berlayar terdiri dari Ketua Komite Warisan Dunia Internasional Prof. Soedomo, didampingi Komite Warisan Dunia Indonesia Suryati, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam PHPA Mulyana, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam PHPA Hartati, Kapolres Komodo Putu Ngurah, dan perwakilan UNESCO Jakarta Ms. Klein.

Rombongan berangkat ke Pulau Komodo dengan perahu kecil yang disediakan World Heritage Fund. Namun karena cuaca buruk dan laut yang ganas, perahu terbalik. Kecelakaan tersebut berakibat fatal dan menewaskan empat orang, meski tim penyelamat hanya berhasil menemukan satu jenazah beberapa hari kemudian.

baca juga

Kecelakaan ini mengakibatkan pemantauan lebih lanjut ke Taman Nasional Komodo ditunda hingga 1996.

Laporan lengkap diberikan ke UNESCO

Meski sempat diselingi dengan kabar duka kecelakaan kapal di laut, namun tidak menyurutkan tim konservasi untuk memberikan perlindungan kawasan habitat asli komodo itu. Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan menyiapkan laporan lengkap terkait Taman Nasional Komodo pada Februari 1996.

Dalam laporan diajukan meminta perlindungan hukum terhadap berbagai faktor yang merusak kawasan seperti banyaknya populasi manusia, kebakaran hutan, perburuan liar rusa sebagai makanan komodo, peledakkan karang hingga keracunan ikan.

Berkaca dari kasus kecelakaan tim konservasi pada 1995 dan sebanyak 4 orang Indonesia meninggal, akhirnya disetujui UNESCO memberikan dana sebesar 30.000 dollar atau saat ini setara Rp 450 juta untuk melengkapi kawasan dengan perahu dan pelatihan staf yang bisa membuat perjalanan laut jadi lebih mudah.

Konservasi dilanjut dengan berbagai pengawasan pemantauan terumbu karang dan ikan oleh The Nature Conservancy of USA (TNC), juga polisi setempat yang mengawasi aktivitas manusia yang melakukan kebakaran hutan, hingga patroli kapal apung yang mengawasi perburuan ikan yang berlebihan di kawasan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindiran Keras Bintang Emon: Kita Cuma Remahan Diminta Suara 5 Tahun Sekali

Sindiran Keras Bintang Emon: Kita Cuma Remahan Diminta Suara 5 Tahun Sekali

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:21 WIB

Ramai Kecam Jurassic Park Komodo, Netizen: Makin Jijik Sama Pemerintah

Ramai Kecam Jurassic Park Komodo, Netizen: Makin Jijik Sama Pemerintah

Jakarta | Selasa, 27 Oktober 2020 | 07:37 WIB

Fakta Pulau Rinca yang Kabarnya Dijadikan "Jurassic Park" Komodo

Fakta Pulau Rinca yang Kabarnya Dijadikan "Jurassic Park" Komodo

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:13 WIB

Terkini

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:07 WIB

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:05 WIB

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

×