Cantik! Saat Sampah Tanaman Gulma Resam Dijadikan Seni Instalasi di Jambi

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:05 WIB
Cantik! Saat Sampah Tanaman Gulma Resam Dijadikan Seni Instalasi di Jambi
Tanaman gulma Resam diolah menjadi karya seni menarik di Jambi. (Foto : Dokumen Kilau Art Studio)

Suara.com - Tidak sekadar mencerminkan keindahan, karya seni juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan tersirat, termasuk untuk menyinggung isu lingkungan.

Pesan itu jugalah yang tercermin dalam karya instalasi gigantik Harmoni(S) hasil kerjasama 40 perajin resam, masyarakat Kabupaten Muaro Jambi bersama dengan dengan 10 seniman Kilau Art Studio Jakarta.

Mengutip situs Kemendikbud RI, Selasa (27/10/2020) resam adalah sejenis tumbuhan invasif yang masuk dalam kategori gulma atau tanaman penganggu karena mendominasi permukaan tanah, dan menyebabkan perkembangan tumbuhan lainnya terhambat.

Sifat resam sebagai tanaman penganggu yang dijadikan bahan baku karya seni instalasi ini, jadi gambaran kondisi lingkungan di Indonesia.

Lewat karya seni ini, resam yang dianggap sebagai sampah dan menganggu tapi bisa dimuliakan, bahkan dijadikan pajangan yang indah dan sedap dipandang.

Tanaman gulma Resam diolah menjadi karya seni menarik di Jambi. (Foto : Dokumen Kilau Art Studio)
Tanaman gulma Resam diolah menjadi karya seni menarik di Jambi. (Foto : Dokumen Kilau Art Studio)

"Kami berharap karya ini bisa menjadi ikon atas nilai-nilai kerukunan dan keselarasan masyarakat Jambi yang beragam," ujar Ketua Komunitas Kilau Art Studi, Saepul Bahri lewat keterangan yang diterima suara.com, Selasa (27/10/2020).

Melalui program Fasilitasi Bantuan Kebudayaan (FBK) 2020, karya seni ini mendapat dukungan Kemendikbud RI.

Hasilnya karya seni dibuat bukan mengikuti tren atau ego dan keinginan satu atau segelintir komunitas seni semata, tapi bisa melibatkan dan memberdayakan sumber daya alam dan para pengerajin resam agar semakin dikenal.

"Karya seni bisa dimiliki siapa saja karena melibatkan banyak orang. Selain itu dengan kolaborasi, kami berharap adanya transfer ilmu pengetahuan baik itu dari komunitas ke pengrajin dan masyarakat, maupun sebaliknya," ungkap Rengga, perwakilan Komunitas Kilau Art.

Karya seni yang melibatkan banyak pihak dipercaya Rengga memang lebih menantang, karena dari sanalah semua pihak belajar bekerjasama dan berdiskusi, hingga tidak lagi mengedepankan ego dan keinginan pribadi semata.

baca juga

Lewat keberagaman akan menghasilkan karya yang luar biasa dan baru, karena menyatukan beberapa kepala untuk satu tujuan.

"Justru lebih dan kurangnya karya ini menjadi nilai tersendiri, yaitu kolaborasi tadi. Sehingga ada dialektika yang ditawarkan oleh Harmoni(S)," sambung Rengga.

Karya seni dan kegelisahan lingkungan

Desa Suka Maju dan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi jadi lokasi penting dalam proses dibuat dan dipamerkannya karya instalasi ini. Pasalnya dari Desa Suka Maju di Jambi lah tumbuhan resam diambil untuk bahan baku utama karya seni ini. Sedangkan Cagar Budaya Candi Muaro adalah lokasi di mana intalasi ini akan dipajang.

Kedua lokasi ini sudah sejak lama dihadapkan pada ancaman kerusakan lingkungan. Masifnya membukaan lahan untuk perkebunan sawit di Desa Suka Maju sangat dirasakan dampak buiruknya oleh masyarakat di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Cagar Budaya Candi Muaro Jambi harus menghadapi keras kepala dan keangkuhan pertambangan batu baru yang sangat meresahkan masyarakat, ditambah kepungan perkebunan sawit juga ikut mengancam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Anggota Polda Jambi Dipecat Gegara Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026

Dua Anggota Polda Jambi Dipecat Gegara Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:41 WIB

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Potret Dunia Lewat Imajinasi 130 Seniman di JICAF 2026

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB

Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan

Menelisik Pameran 'On Equal Grounds": Saat Hierarki di Dunia Seni Diruntuhkan

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

×