Awas! Ini 10 Ekspektasi yang Berpotensi Bikin Pernikahan Berantakan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Selasa, 03 November 2020 | 12:27 WIB
Awas! Ini 10 Ekspektasi yang Berpotensi Bikin Pernikahan Berantakan
Ilustrasi pasangan suami istri. [Shuttestock]

Suara.com - Saat menjalin hubungan dengan seseorang, wajar jika Anda memiliki harapan atau ekspektasi tersendiri. Sayangnya, pasangan belum tentu bersikap sesuai harapanmu.

Bagi Anda yang sudah menikah, ekspektasi yang terlalu tinggi dapat membawa dampak buruk pada kehidupan rumah tangga. Bahkan, pasanganmu bisa merasa diperlakukan tidak adil.

Agar pernikahan Anda tidak berantakan, tak ada salahnya menghindari ekspektasi berlebihan pada pasangan.

Melansir Your Tango, inilah 10 ekspektasi yang dapat menghancurkan hubungan pernikahan.

Ilustrasi berhubungan seks, bercinta, masalah seksual (Unsplash/We-Vibe WOW Tech)
Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/We-Vibe WOW Tech)

1. Ingin hubungan seks setiap hari

Setiap orang memiliki harapan berbeda soal hubungan seksual. Seiring berjalannya waktu, ada kemungkinan pasangan tidak lagi tertarik berhubungan tiap hari.

Meski begitu, kamu harus memahami bahwa hal ini wajar terjadi dalam pernikahan. Meski pasangan menolak berhubungan seksual setiap hari, bukan berarti dia membencimu.

2. Ingin pasangan mengekspresikan cinta dengan cara yang sama

Kamu mungkin punya standar tersendiri soal cara mengekspresikan cinta. Demikian pula dengan pasanganmu.

baca juga

Sebagai contoh, pasanganmu terbiasa mengekspresikan cinta lewat hadiah. Sementara, kamu lebih suka memberikan pelukan dan ciuman. Coba pahami perbedaan ini, serta pahami bagaimana cara pasanganmu mengungkapkan perasaannya.

3. Ada ekspektasi tertentu soal keluarga besar

Setelah menikah, kamu mungkin berharap agar pasangan lebih dekat dengan keluargamu. Kamu juga ingin si dia menghabiskan liburan di rumah mertua.

Namun, sudahkah kamu memperhatikan keinginan pasanganmu? Bisa jadi, pasangan juga ingin kamu menghabiskan waktu bersama keluarganya. Bicarakan hal ini agar ekspektasi kalian tidak saling bertentangan.

Ilustrasi ayah rumah tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi ayah rumah tangga. (Shutterstock)

4. Kamu punya ekspektasi soal pekerjaan rumah tangga berdasarkan gender

Seorang pria mungkin berharap agar sang istri selalu membersihkan rumah dan mencuci. Sementara, wanita akan berharap agar hal-hal seperti membayar tagihan listrik dilakukan sang suami.

Meski begitu, hal ini belum tentu berlaku bagi semua orang. Sebaliknya, belajarlah untuk membagi tugas secara adil dan sesuai kemampuan masing-masing.

5. Berharap punya cara yang sama untuk bersenang-senang

Menikah bukan berarti kamu harus melakukan segalanya dengan pasangan. Bisa jadi, kalian punya cara berbeda untuk melepas stres.

Sebagai contoh, kamu ingin menghabiskan waktu luang bersama teman. Di sisi lain, pasanganmu ingin bersantai berdua di rumah.

Agar tidak menimbulkan pertengkaran, hal ini harus dibicarakan. Sisihkan waktu untuk berduaan, sekaligus waktu untuk diri sendiri.

6. Kamu punya ekspektasi soal keuangan

Uang adalah topik sensitif untuk setiap orang. Setelah menikah, kamu mungkin punya ekspektasi soal berapa jumlah pengeluaran rumah tangga, berapa uang untuk bersenang-senang, dan lain sebagainya.

Namun, jangan pendam ekspektasi ini sendirian. Jika tidak dibicarakan, kamu tidak akan tahu apa yang dipikirkan pasangan. Pastikan kamu dan pasangan punya rencana keuangan yang sama agar tidak menimbulkan masalah.

Ilustrasi masalah keuangan, terbelit utang. (Shutterstock)
Ilustrasi masalah keuangan. (Shutterstock)

7. Kamu berharap istri akan selalu mengurus anak

Bagi laki-laki, berhentilah berharap bahwa tugas mengurus anak akan selalu jatuh ke tangan istri.

Jika kamu dan pasangan sama-sama bekerja, tugas mengurus anak harus dibagi secara adil. Bicarakan hal ini agar pertengkaran tidak timbul di kemudian hari.

8. Kamu punya harapan tertentu soal masa depan

Meski sudah menikah, kamu dan pasangan tetap harus membicarakan masa depan. Biasanya, pasangan tidak begitu suka membicarakan soal hari tua.

Namun, hal ini tetap penting dibicarakan. Bisa saja pasanganmu punya rencana pensiun yang berbeda denganmu. Tentunya, kamu tidak ingin hubunganmu bermasalah di kemudian hari bukan?

Ilustrasi pasangan konflik, berdebat atau bertengkar. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan konflik, berdebat atau bertengkar. (Shutterstock)

9. Kamu merasa tahu cara terbaik untuk berkomunikasi

Komunikasi adalah hal penting dalam suatu hubungan. Namun, apa jadinya jika kamu menganggap cara berkomunikasi pasangan tidak sesuai harapan?

Bisa jadi, kamu dan pasangan punya cara berbeda untuk berdiskusi atau menyelesaikan argumen. Akibatnya, kalian malah makin sering bertengkar.

Sebelum berdiskusi, katakan dengan jelas apa yang kamu harapkan. Selain itu, minta pasanganmu untuk menyampaikan keinginannya dengan jelas.

10. Kamu enggan berkompromi

Terakhir, kamu dan pasangan harus belajar untuk berkompromi. Memiliki ekspektasi adalah hal wajar, tapi kamu juga harus memahami perbedaan yang ada.

Diskusikan hal-hal apa saja yang bisa diubah, dan apa yang ingin dipertahankan. Jangan kecewa jika pasanganmu tidak bisa memenuhi ekspektasi.

Bisa jadi, kamu juga tidak bisa memenuhi semua ekspektasinya. Oleh karena itu, kamu dan pasangan harus belajar saling menerima.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Foto Bareng Kucing, Pria Ini Malah Bertemu Jodoh di Facebook

Berkat Foto Bareng Kucing, Pria Ini Malah Bertemu Jodoh di Facebook

Lifestyle | Selasa, 03 November 2020 | 11:53 WIB

Sah! Ini Pasangan Pertama di Dunia yang Resmi Menikah Lewat Zoom

Sah! Ini Pasangan Pertama di Dunia yang Resmi Menikah Lewat Zoom

Lifestyle | Selasa, 03 November 2020 | 10:51 WIB

Viral Wanita Nangis Datang ke Pernikahan Mantan, Netizen: Cakepan Mantannya

Viral Wanita Nangis Datang ke Pernikahan Mantan, Netizen: Cakepan Mantannya

Jakarta | Selasa, 03 November 2020 | 10:07 WIB

Terkini

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:43 WIB

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

×