Indonesia Belum Punya Standar Ukuran Pakaian, Ini Kata Poppy Dharsono

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Senin, 09 November 2020 | 18:21 WIB
Indonesia Belum Punya Standar Ukuran Pakaian, Ini Kata Poppy Dharsono
Peragaan busana bertajuk Syahda Pusaka karya Poppy Dharsono menutup Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 di JCC, Jakarta, Minggu (1/4/2018). (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Tidak seperti negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis dan negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang, Indonesia belum memiliki standar baku ukuran bagi pakaian. 

Hal itu kerap membuat masyarakat Indonesia merasa bingung mengenai ukuran pakaian yang harus mereka beli saat berbelanja.

President Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mengatakan, sayangnya Indonesia belum memiliki standarisasi ukuran produk fesyen baik itu sepatu ataupun busana.

"Oleh karena itu hampir 27 hingga 28 tahun di APPMI belum ada standarisasi (ukuran) di Indonesia. Jepang sudah punya standarisasi, Taiwan, Eropa, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, sedangkan Indonesia belum ada," ujar Poppy saat konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2020, Senin (9/11/2020).

Ketiadaan standarisasi ini faktanya tidak hanya menyulitkan para pelanggan tapi juga menyulitkan para usaha kecil menengah (UKM) di industri kreatif saat harus mengirimkan produknya ke luar negeri, karena masing-masing desainer memiliki standar ukurannya masing-masing.

"Oleh karena itu standarisasi dibutuhkan, sehingga kalau ada buyer katakanlah dari luar negeri ingin membeli 1000 pcs baju, APPMI dengan bekerjasama dengan IFW bisa beli di desainer masing-masing 10 pcs, dan akan bagus jika semua desainer punya ukuran yang sama," jelas Poppy.

Mengingat hingga saat ini belum ada standarisasi ukuran busana fesyen nasional, akhirnya desainer hanya mengandalkan ukuran tempat mereka belajar.

Misalnya seorang desainer belajar di Amerika, maka ia biasanya akan menggunakan ukuran Amerika Serikat pada produk-produknya. 

Sementara itu, untuk brand Poppy secara konsisten menggunakan ukuran Perancis. Kata Poppy, selain perawakan dan bentuk tubuh oramg Indonesia mirip dengan Perancis, hal ini juga dilakukan karena Poppy belajar di negeri romantis tersebut.

baca juga

"Ukuran S, M, L di sini relatif beda, makanya kita pakai ukuran Perancis atau Italia karena besar kecilnya orang Indonesia hampir sama dengan negara itu. Atau biasanya kita menggunakan 36, 37,38 hingga 42 pada produk fesyen seperti baju, celana, hingga sepatu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19, Konveksi Ini Beralih Produksi Masker Kain

Pandemi Covid-19, Konveksi Ini Beralih Produksi Masker Kain

Foto | Kamis, 05 November 2020 | 14:55 WIB

Video Mahasiswi Ngampus Pakai Celana Warna Kulit, Warganet Sentil Megawati

Video Mahasiswi Ngampus Pakai Celana Warna Kulit, Warganet Sentil Megawati

News | Senin, 02 November 2020 | 14:39 WIB

Pakar Fesyen Inggris Bagikan Tips Contek Gaya Busana Putri Diana

Pakar Fesyen Inggris Bagikan Tips Contek Gaya Busana Putri Diana

Lifestyle | Minggu, 01 November 2020 | 08:25 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Vacuum Cleaner yang Kehilangan Daya Isap

7 Cara Mengatasi Vacuum Cleaner yang Kehilangan Daya Isap

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 06:05 WIB

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

×