Mengenal Oosouji, Tradisi Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru di Jepang

Vania Rossa

Senin, 23 November 2020 | 09:02 WIB
Mengenal Oosouji, Tradisi Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru di Jepang
Ilustrasi oosouji, kegiatan bersih-bersih menjelang akhir tahun. (Shutterstock)

Suara.com - Menjelang akhir tahun, masyarakat Jepang punya kesibukan untuk bersih-bersih rumah yang dinamakan oosouji. Biasanya, mereka akan melakukan bersih-bersih rumah tanggal 28 Desember, meski kenyataannya kegiatan ini bisa berlangsung selama seminggu penuh, mulai tanggal 25 Desember. Diharapkan, pada tanggal 31 Desember, rumah sudah cukup bersih untuk menyambut tahun baru.

Dilansir dari laman Yabai, menjaga kebersihan di Jepang memang sudah menjadi kebiasaan yang tersebar luas, sebagian besar karena pengaruh agama Shinto dan Buddha yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Diyakini bahwa dewa tidak menyukai kotoran dan lingkungan yang tidak teratur. Jadi, ketika mengunjungi kuil, seseorang harus mandi sebelum masuk. Dalam Budha, karena ini adalah agama holistik, seseorang harus menjaga kebersihan fisik dengan serius, karena hal ini berpengaruh pada pikiran dan emosi juga. Umat Buddha percaya ketika seseorang membersihkan diri sendiri, mereka juga akan lebih mudah untuk berdamai dalam semua aspek lainnya.

Gabungan agama-agama tersebut, ditambah dengan cobaan masa lalu dan epidemi yang melanda Jepang terutama setelah perang, lalu ditambah lagi cuaca lembab yang dihadapi negara tersebut, pengalaman mengalami radiasi nuklir, serta gempa bumi yang merajalela plus tsunami, Jepang telah belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan mereka untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Oosouji secara harfiah diterjemahkan sebagai kegiatan pembersihan besar-besaran. Tradisi ini dipraktikkan oleh orang Jepang untuk membersihkan rumah dan dirinya sebelum malam Tahun Baru sebagai cara untuk menyambut tahun yang akan datang dengan bersih, baik secara harfiah maupun simbolis. Namun, selain membersihkan rumah, oosouji juga dilakukan di tempat-tempat lain, seperti kantor, loker sekolah, dan meja kerja.

Bagi orang Jepang, membawa "barang-barang lama" ke tahun baru adalah nasib buruk. Misalnya, jika Anda memiliki tagihan (dibayar dan tidak dibayar), kuitansi, buku berserakan, dan benda-benda lain dalam keadaan berantakan, sebaiknya itu semua dibuang, disingkirkan, atau diatur. Tujuannya, supaya masalah tahun lalu tidak terus mengikuti Anda.

Dalam tradisi oosouji, semakin bersih semakin baik. Jadi, jika Anda dapat membersihkan setiap inci ruangan yang Anda tempati menjadi berkilau, awal tahun baru Anda akan semakin baik. Anda akan dapat dengan jelas merencanakan berbagai hal dan beralih dari kesulitan yang mengganggu Anda, serta mengatasi kebiasaan buruk yang muncul di masa lalu.

Tertarik meniru kebiasaan bersih-bersih orang Jepang ini? Begini tips melakukan oosouji yang bisa Anda praktikkan di rumah menjelang tahun akhir tahun.

  • Singkirkan sampah, benda, dan furnitur yang tidak lagi dibutuhkan atau diinginkan.
  • Siapkan empat kotak dengan label "buang", "simpan", "jual", dan "donasi". Jika Anda merasa suatu barang tidak lagi membawa kegembiraan bagi Anda atau keluarga, atau jika Anda bosan dengan desainnya, Anda bisa menjual atau menyumbangkannya.
  • Libatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Libatkan mereka dalam oosouji dengan memintanya membersihkan kamar dan barang-barang mereka sendiri.
  • Pembersihan dilakukan dari ruang pertama yang berisi pintu masuk), dan kerjakan proses pembersihan dimulai dari bagian atas atau langit-langit. Kemudian dilanjutkan dengan mengelap jendela dan menyapu atau mengepel lantai. Lakukan ini dengan arah rotasi searah jarum jam.
  • Hilangkan noda yang ada di gaun, dinding, sofa, atau wastafel. Itu artinya, Anda juga harus mencuci pakaian-pakaian Anda yang memiliki noda.

Dan meskipun orang Barat mungkin menganggap oosouji sebagai takhayul, ada banyak manfaat yang didapat dengan membersihkan lingkungan. Ini dia.

  • Membebaskan rumah dari kuman yang dapat menyebabkan infeksi penyakit.
  • Lingkungan yang bebas debu akan membuat Anda bernapas lebih baik dan membuat tidur lebih nyenyak.
  • Pada tingkat emosional, tinggal di lingkungan yang bersih juga membantu menurunkan tingkat stres dan memungkinkan Anda fokus lebih baik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Restoran Sushi Ini Punya Resep Rahasia yang Kece Badai!

Restoran Sushi Ini Punya Resep Rahasia yang Kece Badai!

Tekno | Minggu, 22 November 2020 | 07:30 WIB

Potret Pria Jepang Jago Makeup, Suka Tampil Jadi Wanita Seksi saat Cosplay

Potret Pria Jepang Jago Makeup, Suka Tampil Jadi Wanita Seksi saat Cosplay

Lifestyle | Minggu, 15 November 2020 | 19:40 WIB

Wow, Harga Buah di jepang Lebih Mahal Daripada Makan di Restoran Michelin

Wow, Harga Buah di jepang Lebih Mahal Daripada Makan di Restoran Michelin

Bali | Kamis, 12 November 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:40 WIB

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:38 WIB

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:35 WIB

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:21 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

×