Cegah Wabah Meluas, Bar dan Restoran di Tokyo Tutup Lebih Awal

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 26 November 2020 | 19:04 WIB
Cegah Wabah Meluas, Bar dan Restoran di Tokyo Tutup Lebih Awal
Daerah Shinjuku, Tokyo. (Suara.com/Vania)

Suara.com - Pemerintah Kota Tokyo meminta bar dan restoran untuk menutup usaha mereka lebih awal, demi mencegah wabah Covid-19 semakin meluas.

Dilansir ANTARA, penutupan lebih awal juga dimaksudkan untuk membuat pekerja langsung pulang ke rumah dan menghindari kumpul-kumpul.

Pembatasan tersebut adalah upaya terbaru Jepang untuk mengendalikan lonjakan infeksi tertinggi, dengan hitungan harian pada beberapa hari terakhir melebihi 500 kasus di Tokyo, kota tempat jumlah kasus serius COVID-19 mencapai 51 pada Selasa (24/11).

Angka itu merupakan yang terbesar sejak status darurat dicabut pada Mei.

"Kami menyadari ini akan menjadi beban besar bagi pemilik bisnis, tetapi kami meminta pengertian dan kerja sama mereka," kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tunai pemerintah jika tutup pukul 22.00.

Peraturan itu akan dijalankan mulai 28 November hingga 17 Desember 2020.

Koike, yang berbicara pada pertemuan panel untuk memberi nasihat tentang langkah-langkah memerangi virus, akan mengadakan konferensi pers pada Rabu malam.

Kota bagian barat Osaka, yang merupakan salah satu daerah yang bergulat dengan lonjakan serupa, tampil bersama Sapporo dalam kampanye promosi domestik Go To Travel.

Baca Juga: Menpora Minta Lintasan Atletik NTB Direnovasi Agar Muncul 'Zohri Baru'

Osaka juga meminta pengelola bar dan restoran untuk mempersingkat jam kerja mereka, kata Wali Kota Ichiro Matsui.

"Kita harus menumpas (wabah) ini," katanya pada konferensi pers, Rabu.

"Saya memahami bahwa situasi menyulitkan pemilik untuk mempertahankan bisnis mereka, tetapi kita juga perlu mengurangi beban pada staf medis, yang jumlahnya terbatas," tuturnya.

Promosi yang menawarkan tarif dan diskon hotel adalah bagian dari upaya Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga untuk meningkatkan ekonomi regional, tetapi telah dikritik atas risiko yang dapat membawa virus dari kota-kota besar ke perdesaan.

Keputusan Suga untuk menghentikan sebagian program, bagaimanapun, telah membuatnya kehilangan dukungan dan dapat mengaburkan peluangnya untuk jangka panjang dalam menjabat sebagai perdana menteri. Para kritikus menyebut keputusannya itu sedikit dan terlalu terlambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI