Studi UI: PSBB Pertama Efektif Cegah Penularan Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 21 Desember 2020 | 17:00 WIB
Studi UI: PSBB Pertama Efektif Cegah Penularan Covid-19
Sebagai Ilustrasi: PSBB total jilid II di Jakarta, Senin (14/09/2020). (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Pergerakan masyarakat sangat menentukan jumlah peningkatan kasus Covid-19. Karena itu setiap kali ada libur panjang, angka penambahan infeksi baru di sejumlah daerah cenderung meningkat.

Dari penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI) ditemukan bahwa di DKI Jakarta sendiri, PSBB tahap awal pada Maret-April lebih efektif menekan penularan Covid-19 dibanding PSBB transisi dan PSBB tahap dua pada September.

"Memang paling efektif untuk mengurangi kasus saat PSBB pertama yang sangat ketat, di mana mobilitas memang turun sampai minus 50. Kemudian diikuti PSBB kedua minus 30 persen," jelas peneliti UI dr. Damar Susilaradeya, M.Res. Ph.D., dalam konferensi pers virtual, Senin (21/12/2020).

Kebijakan mengenai bekerja, sekolah, dan beribadah dari rumah juga dianggap berhasil menekan pergerakan masyarakat hingga 35 persen.

Namun Damar menyampaikan, penekanan jumlah infeksi baru hanya berdampak -1.804 kasus, lebih sedikit dari PSBB tahap kedua yang bisa menekan penambahan kasus hingga -35.527 kasus. 

"Sedangkan efek PSBB transisi 1 dan 2 memang bisa melandaikan kurva, tapi tidak menurunkan (penambahan kasus). Apalagi libur panjang itu bahaya sekali meningkatkan kasus sangat pesat," ujarnya.

Damar menyampaikan bahwa untuk menurunkan jumlah infeksi Covid-19, diperlukan kebijakan yang bisa membatasi pergerakan masyarakat beraktivitas di luar rumah. Saat ini mobilitas masyarakat DKI Jakarta masih diangka -16 persen. Sedangkan mobilitas di provinsi lain sudah kembali seperti belum ada pandemi.

Hal serupa disampaikan dosen Kesehatan Masyarakat UI yang juga peneliti Sinergi Mahadata UI dr. Iwan Ariawan. MSFH. Ia menjelaskan, secara epidemiologi kebijakan PSBB terbukti akan mengendalikan jumlah kasus baru Covid-19. 

Namun, pembatasan wilayah itu tidak akan bermanfaat jika tidak diikuti dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan tes lacak isolasi yang harus dilakukan setelah PSBB dilonggarkan. 

baca juga

"Jadi kalau kita PSBB kemudian penerapan protokol kesehatannya, tes lacak isolasinya setelah PSBB sama saja, ya akan percuma. Nanti akan naik lagi sehingga harus PSBB lagi, gak beres-beres," ucap Iwan. 

Menurutnya, masih jadi pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan ketaatan protokol kesehatan oleh masyarakat dan tes lacak isolasi.

"Pesannya bukan cuma 3M, tapi jangan keluar rumah kecuali memang untuk kegiatan esensial karena kondisi wabah belum terkendali dan sekarang makin meningkat. Jadi kalau orang perlu keluar karena harus bekerja, bisa dilakukan dengan protokol kesehatan. Tapi kalau ngopi-ngopi dengan teman itu jangan dulu," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan Rp 54 Triliun untuk Anggaran Vaksinasi Covid-19 Gratis

Pemerintah Siapkan Rp 54 Triliun untuk Anggaran Vaksinasi Covid-19 Gratis

Riau | Senin, 21 Desember 2020 | 16:59 WIB

Ternyata Punya Swab Test Negatif COVID-19 Tak Jamin Bisa Naik Kereta Api

Ternyata Punya Swab Test Negatif COVID-19 Tak Jamin Bisa Naik Kereta Api

Bogor | Senin, 21 Desember 2020 | 16:57 WIB

Sebut Kota Malang Masuk Zona Hitam, Pria 52 Tahun Ini Dibekuk Polisi

Sebut Kota Malang Masuk Zona Hitam, Pria 52 Tahun Ini Dibekuk Polisi

Malang | Senin, 21 Desember 2020 | 16:54 WIB

Terkini

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

Amerika Stres Iran Tak Hancur-hancur Diserang, Temui Jalan Buntu

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Pengiriman 75 Ribu Bibit Sawit Palsu Digagalkan di Bandara Radin Inten II

Lampung | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:08 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

4 Zodiak Paling Beruntung 1 Agustus 2026, Awal Bulan Panen Peluang Baik!

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 1 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jemaah Pengajian Ditemukan Tewas di Lereng Asta Sumbersuko Situbondo

Jatim | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

Donald Trump Gereget Mau Rudal Fasilitas Nuklir Iran: Sampai Mereka Bilang Tak Tahan Lagi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:46 WIB

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:40 WIB

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:33 WIB

×