Berlibur ke Purwokerto, Ini 4 Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi

Risna Halidi

Rabu, 23 Desember 2020 | 09:05 WIB
Berlibur ke Purwokerto, Ini 4 Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi
Landamark Purwokerto Kabupaten Banyumas (Suara.com/Anang)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membawa perubahan pada tren berwisata saat ini. Awalnya, staycation jadi pilihan wisatawan untuk berlibur yang aman bersama keluarga. Namun setelah memasuki era New Normal, pengunjung sudah mulai bisa mengunjungi objek wisata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan dampak pandemi memang sangat berpengaruh terhadap pariwisata khususnya di kawasan Purwokerto, Banyumas.

"Sejak pandemi, wisatawan lebih memilih destinasi wisata alam terbuka. Alhamdulillah karena kita banyak destinasi alam, sejak pandemi kunjungan wisatawannya tak menurun drastis," ujarnya kepada media baru-baru ini.

Asis juga memaparkan bahwa Purwokerto memiliki destinasi wisata yang beragam seperti wisata alam, wisata minat khusus dan wisata air. Apa saja? Berikut destinasi wisata menarik yang wajib wisatawan kunjungi saat berlibur ke Purwokerto!

Wisata di Purwokerto. (Instagram/@naomisept99)
Wisata di Purwokerto. (Instagram/@naomisept99)

1. Baturaden
Berkunjung ke Purwokerto tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Baturaden. Pasalnya banyak aktivitas menarik yang bisa wisatawan lakukan di tempat ini. Salah satunya adalah offroad dengan mengelilingi hutan pinus yang cukup lebat. Selama 4 jam lamanya, wisatawan akan menyusuri hutan pinus dengan rute yang cukup ekstrim. Disarankan membawa persediaan minum dan juga makanan selama perjalanan.

Setelah menyusuri hutan, wisatawan akan melewati perkebunan jagung yang sangat indah, setelah itu melewati sungai dengan dengan air yang dingin dan jernih. Bisa bermain air di sungai juga bisa lho.

2. Berkunjung ke Desa Kreatif Eco Print
Tak hanya jelajah destinasi alam, wisatawan juga bisa bisa menikmati wisata edukasi yang berada di Bruwun Alas di Desa Notog Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

Bruwun Alas Education dibuat oleh masyarakat Desa Notog untuk digunakan sebagai sarana edukasi di alam bebas. Salah satu edukasi dan hasil kerajinan tangan yang dihasilkannya adalah kain ecoprint.

Berbeda dengam batik tulis, kain ecoprint pembutannya cukup singkat, hanya menggunakan metode cetak yang tediri dari dedaunan yang memiliki kandungan tannin tinggi penghasil warna alami (warlami) seperti daun jarak, daun jati, daun lanang atau pongporang, serta jenis rumput-rumputan.

baca juga

“Bruwun Alas dikembangkan oleh ibu-ibu Desa Notog yang antusias memperkenalkan potensi desanya. Juga Bruwun Alas akan menjadi bagian destinasi wisata air yang akan dibangun dermaga sungai di wilayah ini,” cetus Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas Erna Sulistyawati Husein dalam siaran pers ulang tahun HAM yang ke-13 bertajuk HAM Overland de Java, Senin (21/12-2020).

Proses pembuatan kain ecoprint pertama, rendam kain dengan tawas dan air cuka untuk mengawetkan bahan pewarna yang kelak dipakai serta mengeluarkan maksimal zat tannin daun sebagai warna alami. Kemudian atur dan susun dedaunan di atas kain untuk proses pencetakan. Posisi tulang daun harus berada di bawah.

Setelah daun disusun sesuai selera, gulung rapat secara perlahan agar tidak bergeser posisinya. Kemudian ikat kencang gulungan kain tersebut dengan menggunakan tali. Gulungan kain dikukus selama dua jam lebih. Buka gulungan kain yang telah direbus, angkat daun-daunnya, kain ecoprint diangin-anginkan, siap pakai.

"Dalam satu kain dengan panjang 20 dan lebar 115 meter, menghabiskan waktu setengah hari. Untuk kainnya sendiri menggunakan daun jati, daun lanang, daun kenikir, daun ketapang. Dan yang paling bagus itu daun jati karena warnanya lebih leluar," tambahnya.

3. Sungai Serayu
Sebuah cara baru menikmati alam dengan menyusuri Sungai Serayu dengan perahu sepanjang 10 kilometer. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan pepohonana yang sangat rindang. Pastinya area di Sungai Serayu sangat bersih dan cocok untuk wisatawan berswafoto.

4. Telaga Sunyi
Seperti namanya, destinasi wisata ini cukup jauh dari hiruk pikuk ibu kota dan sangat menarik untuk mencari ketenangan. Berlokasi di tengah-tengah hutan, tempat ini juga sangat sejuk. Ditambah sungai dengan air yang jernih, wisatawan diperbolehkan untuk berenang di telaga ini.

Untuk berkunjung ke tempat ini, membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dari Purwokerto. Untuk biaya masuknya sendiri hanya Rp 13 ribu dan Rp 3 ribu untuk biaya kendaraan.

Setelah berkeliling menyusuri destinasi wisata di Puwokerto, kamu juga bisa bermalam di beberapa hotel yang ada di daerah itu. Salah satunya adalah Moetel Purwokerto.

Berlokasi jalan Dr. Suparno Selatan nomor 1 Arcawinangun, hotel ini memghadirkan konsep menarik, yakni Retro Art, Artistic bergaya vintage dan modern. Saat masuk dalam hotel, ornamen dengan desain unik begitu terasa. Di dalam kamar pun juga banyak desain serupa. Untuk menginap di tempat ini, kamu perlu mengeluarkan biaya Rp 388 ribu per malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

35 Oleh-Oleh Khas Jogja dari Makanan, Kerajinan, dan Pakaian

35 Oleh-Oleh Khas Jogja dari Makanan, Kerajinan, dan Pakaian

Lifestyle | Selasa, 22 Desember 2020 | 13:51 WIB

Pantai Ujung Genteng Sukabumi, Fasilitas dan Harga Tiket

Pantai Ujung Genteng Sukabumi, Fasilitas dan Harga Tiket

Lifestyle | Selasa, 22 Desember 2020 | 08:09 WIB

Tips Berkunjung ke Objek Wisata Situ Gunung Sukabumi

Tips Berkunjung ke Objek Wisata Situ Gunung Sukabumi

Lifestyle | Selasa, 22 Desember 2020 | 06:32 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×