Maskapai Turkish Airlines Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Internasional

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Sabtu, 26 Desember 2020 | 15:43 WIB
Maskapai Turkish Airlines Wajibkan Tes PCR untuk Penumpang Internasional
Ilustrasi pesawat Turkish Airlines. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Turki memperketat syarat penerbangan internasional bagi warga negara asing yang ingin datang ke sana.

Maskapai pelat merah Turkish Airlines mewajibkan semua penumpang penerbangan internasional untuk menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diperoleh dalam 72 jam terakhir sebelum naik pesawat.

"Atas permintaan Kementerian Kesehatan kami, semua penumpang yang datang dari luar negeri mulai 28 Desember akan diminta menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diperoleh dalam 72 jam terakhir sebelum naik, sebagai upaya Turki melawan Covid-19," tulis CEO Turkish Airlines, Bilal Eksi di Twitter, dilansir Anadolu Agency.

Turki sejak Minggu malam melarang penerbangan dari Inggris, Denmark, Belanda, dan Afrika Selatan untuk sementara waktu karena varian virus korona yang menyebar dengan cepat.

Penerbangan antara Turki dan Belanda dilanjutkan pada Rabu, sementara larangan masih berlaku pada penerbangan dari negara lain.

Sementara itu, Turkish Airlines melakukan penerbangan untuk memulangkan warganya dari Inggris pada Jumat.

Turki Bocorkan Efektivitas Vaksin Sinovac

Sebelumnya diberitakan, peneliti Turki melaporkan hasil sementara uji klinis vaksin Sinovac yang tengah dilakukan.

Dilansir ANTARA, vaksin COVID-19 China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech memiliki efektivitas sebesar 91.25 persen.

Baca Juga: Libur Nataru, Bandara Ngurah Rai Sediakan 2 Posko Rapid Test Antigen

Hasil tersebut kemungkinan jauh lebih lebih baik dari yang dilaporkan usai uji coba terpisah yang dilakukan di Brasil.

Para periset Turki mengatakan pada Kamis (24/12) bahwa tak ada efek samping serius yang muncul pada masa uji coba, selain satu orang yang menunjukkan reaksi alergi.

Uji coba di Turki dimulai pada 14 September, dan para periset mengatakan sebanyak 1.322 orang telah berpartisipasi.

Sinovac merupakan perusahaan pembuat vaksin asal China pertama yang merilis keterangan rinci dari uji klinis tahap-tahap akhir, menyusul hasil-hasil positif menyangkut vaksin buatan rival Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca pada November.

Para periset Turki, yang berbicara bersama Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, mengatakan bahwa 26 dari 29 orang yang terinfeksi pada masa uji coba diberikan placebo. Mereka menambahkan bahwa uji coba akan terus berlanjut hingga 40 orang menjadi terinfeksi.

"Sekarang ini kami yakin bahwa vaksin ini efektif dan aman (untuk digunakan) terhadap warga Turki," kata Koca. Ia juga mengatakan bahwa Ankara akan menggunakan data itu sebagai dasar untuk perizinan vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI