Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB
Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF
Ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan militer Israel akhirnya tiba di Istanbul. (Antara)
  • Ratusan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel telah tiba di Istanbul.

  • Militer Israel menyita seluruh lima puluh kapal bantuan yang berusaha menembus blokade Gaza.

  • Para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit dan penyelidikan hukum segera dimulai.

Suara.com - Penahanan paksa ratusan aktivis kemanusiaan internasional oleh militer Israel di perairan internasional memicu eskalasi diplomatik baru. Blokade total yang kian mencekik warga Palestina kini justru mempertegas solidaritas global yang gagal diredam oleh kekuatan senjata.

Tiga pesawat Turkish Airlines yang membawa ratusan relawan internasional pengawal misi bantuan kemanusiaan mendarat darurat di Bandara Istanbul, Turkiye. Mereka merupakan bagian dari delegasi berani mati yang berupaya menembus tembok blokade laut di Jalur Gaza.

Langkah evakuasi ini menjadi babak baru perlawanan hukum internasional terhadap tindakan sepihak Israel di wilayah laut bebas. Pemulangan ini sekaligus menegaskan posisi Turkiye sebagai basis utama penyaluran logistik darurat bagi warga Gaza.

Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)
Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal kemanusiaan internasional 'Global Sumud Flotilla' yang sedang menuju Gaza. Insiden ini memicu kekhawatiran global setelah sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan turut ditahan oleh pasukan militer. (Global Sumud Flotilla)

Isak tangis keluarga dan pejabat tinggi menyambut kedatangan para aktivis kemanusiaan di ruang VIP bandara.

Sejumlah ambulans telah disiagakan penuh untuk langsung melarikan para relawan yang mengalami luka fisik akibat serangan.

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, menegaskan bahwa pemerintahnya bergerak cepat untuk mengamankan seluruh korban.

"Penerbangan khusus telah disiapkan untuk memulangkan warga negara Turkiye dan peserta dari negara lain yang terlibat dalam misi bantuan flotila tersebut ke Turkiye," ujarnya.

Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Selepas prosesi penyambutan, otoritas hukum Turkiye tidak tinggal diam atas insiden kekerasan di laut internasional tersebut. Para aktivis dijadwalkan segera menjalani pemeriksaan medis menyeluruh di Institut Kedokteran Forensik Istanbul.

Pemeriksaan forensik ini menjadi langkah krusial untuk mengumpulkan bukti konkret atas kekerasan fisik yang dilakukan militer Israel.

Jaksa penuntut umum Istanbul memastikan penyelidikan formal akan berjalan demi menyeret kasus ini ke ranah hukum internasional.

Tindakan represif Israel sebelumnya dilaporkan telah melumpuhkan seluruh armada logistik yang bergerak membawa bantuan.

Pihak flotila menyatakan bahwa seluruh 50 kapal dalam konvoi mereka telah disita secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.

Penyitaan massal tersebut memutus rantai pasokan bahan makanan pokok dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di dalam kantong pengungsian.

Meskipun kapal-kapal mereka dikuasai, semangat perlawanan kemanusiaan dari para aktivis dilaporkan tidak surut.

Konvoi pelayaran Global Sumud Flotilla ini mengangkut sebanyak 428 orang delegasi yang berasal dari 44 negara berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB