Longsor di Sumedang, Ini Tips Mitigasi Bencana Longsor

Vania Rossa

Senin, 11 Januari 2021 | 13:17 WIB
Longsor di Sumedang, Ini Tips Mitigasi Bencana Longsor
Petugas SAR melakukan proses pencarian korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Suara.com - Bencana longsor di Sumedang, tepatnya di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, terjadi pada Sabtu (9/01/2021). Tebing setinggi 30 meter runtuh dan menimbun sekitar 15 rumah dan warga di bawahnya.

Bencana yang menelan korban jiwa ini mengingatkan kembali pada kita betapa pentingnya mengetahui mitigasi yang harus dilakukan saat terjadi longsor. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi.

Di bawah ini, beberapa tips yang dapat dilakukan masyarakat sebelum, saat, dan sesudah peristiwa longsor terjadi, seperti dilansir dari laman Redcross.

Sebelum Longsor

  1. Mencari tahu apakah tempat tinggal tersebut berpotensi longsor atau tidak. Dengan mengetahui potensi bencana, dapat membuat kita siap siaga jika cuaca buruk terus terjadi sehingga bisa mempersiapkan diri.
  2. Mendengarkan berita lokal atau laporan cuaca, serta peringan potensi longsor di sekitar daerah yang ditinggali.
  3. Bicarakan dengan keluarga dan tetangga tentang apa yang akan lakukan saat terjadi tanah longsor. Mencari tempat yang aman berkumpul akan membuat kita siap siaga ke mana yang harus dituju saat terjadi longsor.
  4. Lakukan latihan mitigasi bersama keluarga. Hal ini sangat membantu keluarga mengetahui hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi tanda-tanda longsor.
  5. Hindari tindakan yang dapat meningkatkan ketidakstabilan. Misalnya, jangan menebang pohon di area yang curam; jangan membangun di dekat bagian atas atau dasar lereng yang curam; dan jangan menguras kolam atau hal-hal yang dapat meningkatkan debit aliran air menuruni lereng yang curam.
  6. Pelajari cara mengenali tanda-tanda potensi tanah longsor yang akan datang, seperti retakan, tonjolan, rembesan air yang tidak biasa di lereng, serta perubahan aliran sungai yang tiba-tiba dan batu-batu kecil berjatuhan.
  7. Siapkan perlengkapan darurat. Hal ini penting saat mengevakuasi diri sehingga perlengkapan yang penting tidak tertinggal di rumah.

Saat Terjadi Longsor

  1. Bersiaplah untuk mengungsi pada saat itu juga. Itu sebabnya, semua harus dipersiapkan dengan matang saat sudah ada tanda-tanda akan longsor, terutama mental.
  2. Jika Anda mencurigai bahaya yang akan segera terjadi, segera evakuasi. Beri tahu tetangga yang terkena dampak, dan hubungi bagian pekerjaan umum, pemadam kebakaran, atau polisi di daerah sekitar.
  3. Dengarkan suara yang tidak biasa yang mungkin mengindikasikan puing-puing bergerak, seperti pohon retak atau batu besar saling bertabrakan.

Jika Berada di Dalam Ruangan

  1. Berlindung di bawah meja atau bangku yang kuat. Hal ini untuk melindungi agar tubuh tidak tertimpa longsor secara langsung.
  2. Saat longsor terjadi, biasanya terasa getaran seperti gempa bumi. Oleh karena itu, pegang dengan kuat dan tetap diam sampai semua gerakan berhenti. Usahakan untuk diam di tempat yang minim risiko.

Jika di Luar Ruangan

  1. Menjauhlah dari jalur yang mungkin dilalui longsoran dengan cepat, menjauhi tanggul, pohon, kabel listrik, dan tiang. Hal ini sangat membantu untuk terhindar dari runtuhan longsor atau benda-benda yang jatuh akibat getaran.
  2. Jauhi area longsor. Lereng dapat mengalami kerusakan tambahan selama berjam-jam hingga berhari-hari setelahnya. Untuk itu, usahakan tidak mendekati area longsor terlebih dahulu.

Jika Berada di Dalam Mobil

  1. Saat berada di dalam mobil, perhatikan trotoar yang runtuh, lumpur, bebatuan yang tumbang, dan indikasi lain tentang kemungkinan aliran puing. Selain itu, hindari melewati wilayah yang terkena dampak longsor.

Setelah Terjadi Longsor

baca juga
  1. Dengarkan radio, tonton saluran berita lokal, dan infromasi pejabat darurat di media sosial untuk instruksi lebih lanjut pemerintah daerah. Biasanya akan ada informasi lanjutan mengenai longsor yang terjadi serta potensi adanya longsor susulan.
  2. Jauhi area longsor sebelum adanya informasi wilayah tersebut aman untuk dikunjungi.
  3. Penanaman kembali tanah yang rusak sesegara mungkin. Hal ini karena erosi yang terjadi bisa saja menyebabkan banjir bandang.
  4. Jika curiga rumah tidak aman, jangan masuk. Biarkan petugas profesional untuk membersihkan rumah untuk masuk kembali. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komandan Koramil Gugur saat Evakuasi Korban Longsor Sumedang

Komandan Koramil Gugur saat Evakuasi Korban Longsor Sumedang

Jabar | Senin, 11 Januari 2021 | 11:34 WIB

Banyak Rumah Tertimbun Akibat Longsor di Sumedang, Ini Cara Mencegahnya

Banyak Rumah Tertimbun Akibat Longsor di Sumedang, Ini Cara Mencegahnya

Lifestyle | Senin, 11 Januari 2021 | 10:40 WIB

Gubernur Jabar Harap Warga Mau Direlokasi jika Masuk Zona Rawan

Gubernur Jabar Harap Warga Mau Direlokasi jika Masuk Zona Rawan

Jabar | Senin, 11 Januari 2021 | 10:21 WIB

Terkini

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

×