alexametrics

Jangan Asal Labrak, Ini 5 Cara Elegan Hadapi Pelakor yang Ganggu Suami Kamu

Cesar Uji Tawakal | Nur Khotimah
Jangan Asal Labrak, Ini 5 Cara Elegan Hadapi Pelakor yang Ganggu Suami Kamu
Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)

Kamu harus tetap elegan saat menghadapi pelakor.

Suara.com - Wanita mana yang tidak emosi ketika mendapati pasangannya menjalin hubungan dengan perempuan lain. Apalagi ketika status mereka sudah jelas-jelas sebagai suami istri.

Tidak heran kalau belakangan banyak muncul video viral wanita melabrak pelakor alias perebut laki orang. Istri sah biasanya juga akan melampiaskan emosi terhadap perempuan yang berusaha merebut suaminya.

Tapi daripada asal melabrak, ada alternatif lain yang lebih bijak dan elegan untuk menghadapi para pelakor. Dilansir dari Everyday Health, inilah 5 hal yang bisa kamu lakukan sebelum melabrak pelakor yang mencoba mengganggu rumah tanggamu. Yuk, simak.

1. Telusuri dan pastikan fakta yang kamu dapat sudah benar

Baca Juga: Selain Ayus, Nissa Sabyan Disebut Punya Cowok Idaman Lain

Sebelum memutuskan untuk melabrak pelakor, kamu harus memastikan semua informasi yang didapat adalah benar. Telusuri dulu siapa yang salah dalam perselingkuhan tersebut.

Mungkin saja suamimu berbohong soal statusnya dan berusaha mendekati perempuan lain. Mungkin juga perempuan itu yang lebih dulu mendekati suami kamu. Tapi kalau pun begitu, suami kamu bisa saja menolaknya, lho.

Tempatkan dirimu pada posisi yang bijak dan tidak asal tuduh dalam hal ini. Agar ketika kamu memutuskan untuk bertemu perempuan itu, kamu tidak hanya bermaksud untuk melampiaskan emosi kepadanya.

2. Tentukan mode komunikasi dengan bijak

Kamu juga harus memikirkan mode komunikasi dengan perempuan yang diduga menjadi orang ketiga dalam rumah tanggamu.

Baca Juga: Istri AHY Digoyang Isu Pelakor, Politisi Demokrat: Kudeta Gagal, Ganti Ini!

Di zaman yang serba canggih ini, kamu bisa memakai chat, email, telepon, atau yang lain. Tapi lebih baik kamu langsung bertemu dengan perempuan itu agar tahu sifat aslinya.

Komentar