- Puasa melatih umat Islam menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
- Waktu berbuka menjadi momen mustajab untuk berdoa.
- Menyegerakan berbuka sesuai sunnah membawa pahala dan keberkahan.
Suara.com - Selama sebulan penuh, umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan menahan hawa nafsu, lapar, dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Setelah seharian menahan diri dan melatih kesabaran, tibalah momen yang paling dinanti selain sahur, yakni waktu berbuka puasa.
Namun, berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan dahaga. Momen ini juga menjadi salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, waktu berbuka termasuk saat yang mustajab untuk berdoa.
Berbuka puasa pun memiliki banyak keutamaan dan pahala. Menyegerakan berbuka sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang dianjurkan dan menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selain memperoleh pahala atas ibadah puasanya, seorang Muslim juga mendapatkan ganjaran atas rasa syukur yang ia hadirkan ketika menikmati rezeki dari-Nya.
Lebih dari itu, momen berbuka menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang kerap luput dari perhatian dalam keseharian.
Berikut adalah doa buka puasa lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya.
Doa Buka Puasa Lengkap Arab Latin dan Artinya
Merangkum informasi dari NU Online pada Rabu, 25 Februari 2026, berikut adalah beberapa versi doa berbuka puasa yang sering dibaca oleh umat muslim.
1. Riwayat Sahabat Mu’adz bin Zuhrah
Lafal Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Baca Juga: Kasta Takjil Buka Puasa Versi Menkes, Es Buah dan Gorengan Masuk Kategori Ini
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya: "Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."
2. Riwayat Sahabat Abdullah bin 'Umar
Lafal Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."
3. Versi dari Hasyiyah Iqna (Sulaiman Bujairimi)
Lafal Arab:اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.
Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."
4. Kitab I'anah at-Thalibin
Berikut hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air.
Lafal Arab:وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Artinya: "Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."