Suara.com - Selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi berbagi THR (Tunjangan Hari Raya) dan amplop Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan. Karena itu, kebutuhan akan uang pecahan baru selalu meningkat drastis setiap tahun. Salah satu tempat resmi dan aman untuk menukarkan uang baru adalah di Bank Syariah Indonesia (BSI).
Cara tukar uang baru di BSI pun sangat mudah. Anda cukup datang ke kantor cabang terdekat dengan membawa sejumlah persyaratan.
Agar proses penukaran berjalan lancar, berikut panduan lengkap cara tukar uang baru di BSI untuk Lebaran 2026.
1. Cek Informasi Resmi dari BSI
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan jadwal dan mekanisme penukaran uang baru. Biasanya, BSI akan mengumumkan layanan penukaran melalui:
- Website resmi BSI
- Media sosial resmi BSI
- Pengumuman di kantor cabang
- Aplikasi BYOND by BSI (jika tersedia fitur reservasi)
Baca Juga: Wudu tanpa Berkumur saat Puasa, Sah atau Tidak? Ternyata Begini Hukumnya
Selain itu, penukaran uang baru sering kali mengikuti kebijakan dari Bank Indonesia, terutama jika dilakukan secara serentak melalui program kas keliling atau penukaran terpadu. Karena itu, penting untuk memantau informasi resmi agar tidak salah jadwal atau kehabisan kuota.
2. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan
Untuk menukar uang baru di BSI, biasanya Anda perlu membawa:
- KTP asli
- Kartu ATM atau buku tabungan (jika diperlukan)
- Uang yang akan ditukarkan
Beberapa cabang mungkin menerapkan sistem verifikasi data untuk mencegah penukaran ganda dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan agar distribusi uang baru lebih merata.
3. Datang ke Kantor Cabang BSI
Setelah mengetahui jadwal resmi, datanglah ke kantor cabang BSI sesuai waktu yang ditentukan. Biasanya layanan penukaran uang baru dibuka 2–3 minggu sebelum Lebaran. Tips agar penukaran uang lebih nyaman yang bisa diterapkan antara lain:
- Datang lebih pagi untuk menghindari antrean panjang.
- Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
- Siapkan uang dengan nominal yang rapi agar proses lebih cepat.
Petugas teller akan menginformasikan batas maksimal penukaran. Umumnya terdapat limit nominal per orang, misalnya Rp3 juta hingga Rp5 juta, tergantung kebijakan tahun berjalan.
4. Ikuti Prosedur Penukaran
Prosedur umumnya cukup sederhana:
- Ambil nomor antrean
- Serahkan uang lama ke teller
- Teller akan menghitung dan menukarkan dengan pecahan baru
- Periksa kembali jumlah dan kondisi uang sebelum meninggalkan loket
Pastikan Anda mengecek keaslian dan kelengkapan uang baru sebelum keluar dari area bank.
Tips Tukar Uang Baru Agar Tidak Kehabisan
Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi berbagi THR kepada anak-anak dan keluarga membuat kebutuhan uang pecahan baru meningkat drastis.
Setiap tahun, masyarakat berlomba-lomba menukarkan uang lama dengan pecahan baru untuk dibagikan dalam amplop Lebaran. Agar Anda tidak kehabisan, berikut lima tips yang bisa diterapkan dengan persiapan yang matang.
1. Pantau Jadwal Resmi Sejak Awal Ramadan
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah aktif memantau jadwal penukaran uang baru sejak awal Ramadan.
Biasanya, program ini dikoordinasikan oleh Bank Indonesia dan bekerja sama dengan berbagai perbankan nasional seperti Bank Syariah Indonesia serta bank lainnya.
Informasi resmi umumnya diumumkan melalui situs web, media sosial, atau pengumuman di kantor cabang. Dengan mengetahui jadwal lebih awal, Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan kuota sebelum habis diserbu masyarakat.
2. Manfaatkan Sistem Pendaftaran Online
Dalam beberapa tahun terakhir, penukaran uang baru sering menggunakan sistem pemesanan atau registrasi online. Sistem ini dibuat untuk mengurangi antrean panjang dan memastikan distribusi uang lebih merata. Biasanya kuota cepat penuh dalam hitungan jam setelah dibuka.
Oleh karena itu, pastikan Anda mencatat tanggal pembukaan pendaftaran dan segera melakukan reservasi. Datanglah sesuai jadwal yang tertera agar proses penukaran berjalan lancar tanpa perlu menunggu terlalu lama di lokasi.
3. Datang Lebih Awal ke Lokasi Penukaran
Jika penukaran dilakukan secara langsung di kantor cabang bank atau melalui mobil kas keliling, datang lebih awal menjadi strategi yang efektif.
Umumnya, setiap lokasi memiliki batas kuota harian sehingga siapa yang datang lebih dulu akan lebih berpeluang dilayani. Datang pagi hari juga membuat suasana lebih tertib dan tidak terlalu padat. Dengan begitu, Anda bisa menghindari risiko kehabisan stok yang sering terjadi menjelang siang atau sore hari.
4. Rencanakan Nominal Sesuai Kebutuhan
Banyak orang hanya fokus menukar pecahan kecil seperti Rp2.000 atau Rp5.000 tanpa menghitung kebutuhan sebenarnya.
Padahal, perencanaan nominal yang matang dapat membantu Anda mendapatkan kombinasi pecahan yang cukup dan efisien.
Hitung terlebih dahulu jumlah penerima THR serta besaran nominal yang akan diberikan. Dengan perencanaan ini, Anda tidak hanya terhindar dari kekurangan uang baru, tetapi juga dapat mengatur anggaran Lebaran dengan lebih bijak.
5. Hindari Jasa Penukaran Tidak Resmi
Menjelang Lebaran, sering muncul jasa penukaran uang di pinggir jalan yang menawarkan kemudahan tanpa antre. Namun, layanan seperti ini biasanya mengenakan biaya tambahan dalam bentuk potongan nominal. Selain lebih mahal, kualitas uang yang diterima pun belum tentu layak edar.
Menukarkan uang melalui lembaga resmi jauh lebih aman karena tidak ada biaya tambahan dan keaslian uang terjamin. Dengan memilih jalur resmi, Anda bisa merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni