Miras Khas Papua dan Sejarahnya

Rifan Aditya

Selasa, 02 Maret 2021 | 08:16 WIB
Miras Khas Papua dan Sejarahnya
Ilustrasi: Warga Papua, Sejarah miras khas Papua. (Shutterstock)

Suara.com - Papua merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang dianugerahi kekayaan melimpah. Mulai dari sumber daya alam, kawasan wisata, kuliner, hingga budaya. Bukan hanya itu, Papua juga memiliki miras lokal. Lalu, seperti apa miras khas Papua? Bagaimana sejarahnya?

Polemik seputar minuman keras heboh dibicarakan setelah Presiden Jokowi menerbitkan Perpres No. 10 Tahun 2021 mengenai Usaha Penanaman Modal Miras. Perpres miras ini tetap memperhatikan budaya serta kearifan lokal, salah satunya yaitu di miras khas Papua.

Sejarah miras khas Papua

Mengenai minuman keras di Papua, Hari Suroto selaku Peneliti Balai Arkeologi Papua mengatakan bahwa miras atau minuman keras yang berada di Papua sudah ada sejak era prasejarah.

Sekitar 3000 tahun lalu, ada orang dari Asia berbahasa Austronesia yang berkunjung ke pesisir Papua. Orang inilah yang kemudian memperkenalkan minuman miras dan memberitahukan cara membuat miras dari pohon aren, pohon kelapa dan pohon nipah.

Masing-masing suku yang ada di Papua juga memiliki sebutan dan makna serta tradisi yang berbeda dalam mengonsumsi miras.

Suku Maybrat di Ayamaru (Papua Barat), suku ini terbiasa mengkonsumsi arak atau ara dju saat menyambut tamu atau merayakan sesuatu. Arak yang terbuat dari pohon aren ini juga disebut tuwoq atau djy.

Suku Tehit di Teminabuan, Sorong (Papua Barat), memiliki segora yang dikenal sebagai minuman persaudaraan. Minuman ini terbuat dari pohon aren. Selain itu, Suku Sentani di Waena, Jayapura, juga memiliki segoro atau tua yang terbuat dari pohon kelapa.

Di Nabire, ada juga miras yang terbuat dari nira nipah yang dikenal juga dengan sebutan bobo. Perlu diketahui,  minuman keras di Papua yang terbuat dari nira pohon aren, pohon nipah, dan pohon kelapa, dikenal juga dengan nama miras lokal atau milo.

baca juga

Selain minuman tradisional, Papua juga memiliki minuman keras modern yang dikenalkan pasukan Amerika, Australia, dan Belanda pada tahun 1944 pada Perang Pasifik.

Saat itu, Amerika menjadikan Hollandia atau yang kini dikenal dengan nama Jayapura sebagai Basis G atau markas militer komando wilayah Pasifik Barat Daya. Di markas tersebut tersedia sembilan galangan kapal, rumah sakit, fasilitas militer, toko, gudang, serta tempat hiburan.

Mereka sedang melawan musuh dari pasukan Jepang yang saat itu membawa minuman keras hasil produk sendiri, yang kini dikenal dengan nama sake.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Investasi Miras yang Direstui Jokowi

Syarat Investasi Miras yang Direstui Jokowi

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 06:29 WIB

Fakta Jokowi Legalkan Investasi Miras yang Tuai Banyak Polemik

Fakta Jokowi Legalkan Investasi Miras yang Tuai Banyak Polemik

Video | Selasa, 02 Maret 2021 | 09:05 WIB

Pro dan Kontra Perpres Investasi Miras

Pro dan Kontra Perpres Investasi Miras

News | Senin, 01 Maret 2021 | 15:59 WIB

Terkini

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

×