Mendikbud Nadiem Makarim Buat Program Guru Influencer, Tugasnya Ngapain?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 30 Maret 2021 | 09:57 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim Buat Program Guru Influencer, Tugasnya Ngapain?
Nadiem Makarim (Instagram/Kemdikbud.RI)

Suara.com - Berbincang dengan YouTuber yang bercita-cita jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Jerome Polin, Mendikbud RI Nadiem Makarim mendapat laporan jika banyak pelajar termasuk mahasiswa Indonesia yang takut berargumentasi karena dianggap tidak sopan oleh guru atau dosen.

Ternyata Nadiem sudah paham betul banyak praktik seperti itu di institusi pendidikan Indonesia, itulah mengapa, kata dia, pentingnya mengubah pemahaman guru dan kepala sekolah. Jadilah Nadiem membentuk program guru influencer.

Program guru influencer ini disebut dengan Guru Penggerak, tugasnya memberikan informasi tentang metode mendidik pelajar, sehingga nantinya para pelajar lahir sebagai lulusan yang kreatif dan inovatif karena bisa berargumen dan memiliki pemahamannya sendiri.

Pelajar Indonesia bukan lagi 'dicekoki' dengan aneka soal dan tidak berani berargumen atau kritis kepada para guru-gurunya, tapi justru sebaliknya.

"Guru penggerak ini bakal jadi influencer guru, dia meng-influence tenaga pendidik lainnya, yang menggerakkan orang dewasa ini," jelas Nadiem, Senin (29/3/2021).

Nadiem sadar betul mengubah pandangan tentang metode belajar, yang biarkan anak bereksperimen ini, juga memerlukan guru dan kepala sekolah yang diperbolehkan bereksperimen. Atau diberikan kebebasan dalam mendidik dan mengajar siswanya.

"Program guru penggerak ini, alumninya itu bakal jadi kepala sekolah di masa depan kita, pengawas, sama guru. Jadi mereka ini bakal jadi gurunya para guru, atau pelatih LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan) kita, itu lulusan penggerak kita," pungkas Nadiem.

Sayang, kata Nadiem jumlah guru penggerak ini baru ada 15 orang. Padahal menurut laporan, sudah ratusan orang ingin mendaftar. Namun mantan CEO Gojek Indonesia ini perlu mengkritisi programnya sendiri, dan proses seleksinya dilakukan perlahan.

"Saya tanya kenapa mau bergabung, salah seorang menjawab 'Mas Menteri, sebelumnya saya pernah sadar betapa salahnya pola pengajaran saya. Harusnya pakai metode dan filsafat yang berorientasi kemerdekaan berpikir, mengambil langkah terbaik untuk anak-anak. Bukan bimtes (bimbingan dengan soal), tapi mengubah wawasan'. Saya nangis waktu dengernya," pungkas Nadiem bercerita.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Kerja di Rumah Aja, Menteri Nadiem Ditanya Urusan Cuci Piring

Ngaku Kerja di Rumah Aja, Menteri Nadiem Ditanya Urusan Cuci Piring

Lifestyle | Senin, 29 Maret 2021 | 21:53 WIB

Jerome Polin Ungkap 2 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Jepang

Jerome Polin Ungkap 2 Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dengan Jepang

Lifestyle | Senin, 29 Maret 2021 | 19:15 WIB

Tingkatkan Akses Pendidikan, Kemendikbud Luncurkan KIP Kuliah Merdeka

Tingkatkan Akses Pendidikan, Kemendikbud Luncurkan KIP Kuliah Merdeka

News | Senin, 29 Maret 2021 | 11:15 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×