3. Tindik pusar
Pusar melambangkan tali pusar, simbol perawatan dan makanan. Kamu yang memilih tindik di pusar mungkin pernah mengalami kekurangan emosi di masa kanak-kanak. Kamu adalah orang-orang yang tumbuh terlalu cepat tetapi meskipun demikian, selama pertumbuhan, kamu mungkin masih memiliki ikatan yang sangat kuat dengan ibu.
Meskipun tampaknya kamu tampak tidak konvensional atau dangkal, kamu adalah orang-orang yang pernah mengalami kehidupan yang sulit. Karena tidak dapat mengubah masa lalu, kamu mengkompensasinya dengan kompensasi kekosongan emosional masa lalu
Penindikan berfungsi sebagai alat untuk "memulihkan", meskipun dengan cara fiktif, stabilitas dukungan emosional yang nyata tidak pernah kamu miliki di masa kecil.

4. Tindik mulut
Mulut adalah alat rayuan. Kamu yang memiliki tindik di mulut adalah orang yang suka memprovokasi dan tidak takut menjadi pusat perhatian. Kamu juga selalu ingin menonjol, terlibat, dan menguji nilaimu sendiri. Kamu menjalani pengalaman hidup yang sulit sebagai tantangan, tidak takut akan penilaian orang lain, atau kritik. Itu tidak dikondisikan oleh cara orang lain melihatmu. Kamu memiliki harga diri yang baik dan giat.
Bukan cuma itu, kamu juga menyukai kompetisi dan sangat dinamis. Tidak tahan dengan ketidakadilan dan tidak takut untuk mengatakan sepatah kata pun kepada orang lain. Iu semua karena kamu selalu siap menghadapi konfrontasi dan kesulitan lain.
5. Tindik hidung
Tindik hidung adalah bentuk tindik tubuh tertua, dilakukan di banyak budaya selama ribuan tahun, biasanya sebagai ritus peralihan atau untuk mengidentifikasi orang yang berani, kuat, dan bermartabat. Indera penciuman adalah hidung, bau yang pasti datang tanpa kontrol atau filter dirasakan.
Demikian pula, mereka yang memilih hidung untuk ditindik adalah orang yang mengalami peristiwa tanpa filter dan mengikuti naluri mereka. Kamu dapat beralih antarproyek tanpa masalah dan tidak suka merencanakan masa depan dengan cermat. Kam selalu berhasil memanfaatkan momen, hari demi hari dan fleksibel karena merasa sepenuhnya hidup untuk saat ini.

6. Tindik kuping
Kita tidak sedang membicarakan tentang anting klasik, yang secara tradisional dibuat selama beberapa dekade di budaya kita, khususnya untuk anak perempuan. Ini maksudnya adalah untuk tindik telinga yang dilakukan di area tulang rawan dan bukan di lobus.
Orang yang memilih tindik telinga adalah yang menonjol karena kepekaan dan emosinya yang kuat. Senjatamu adalah mendengarkan dan pada saat yang sama, perlu didengarkan dan terutama diterima. Kamu ingin menghidupkan emosi dengan cara yang kuat dan ingin setiap ucapanmu diperhatikan. Kamu rentan terhadap pelanggaran, tidak tahan diremehkan, direndahkan, dan merasa perlu untuk menegaskan dirinya sendiri.