Tuai Kritikan karena Dinilai Hina Kimono Jepang, Brand Valentino Minta Maaf

Rima Sekarani Imamun Nissa, Nur Khotimah

Minggu, 04 April 2021 | 13:24 WIB
Tuai Kritikan karena Dinilai Hina Kimono Jepang, Brand Valentino Minta Maaf
Video kampanye Valentino dianggap hina Kimono Jepang. (Twitter/@KrehaSp)

Suara.com - Brand fashion Valentino menjadi bahasan hangat karena video kampanye terbarunya bersama model Jepang, Mitsuki Kimura alias Koki. Video ini memicu kemarahan publik Jepang lantaran dianggap menghina budaya mereka.

Alasannya, video itu memperlihatkan adegan Koki berjalan di atas kain bermotif bunga-bunga. Menurut publik Jepang, kain itu mirip dengan Obi (sabuk pinggang yang biasa dipakai sewaktu mengenakan Kimono).

Kain tersebut diletakkan di atas tanah dan batu sepanjang video kampanye Valentino. Kemudian, Koki terlihat berjalan di atas kain dengan memakai heels sambil bergaya, seperti dilansir Business of Fashion.

Koki juga menduduki kain tersebut dalam potret yang lain. Sontak, publik mengecam aksi ini karena kain Obi dianggap sebagai simbol budaya tradisional Jepang dan justru diinjak oleh Koki dalam video tersebut.

Video kampanye Valentino dianggap hina Kimono Jepang. (Twitter/@KrehaSp)
Video kampanye Valentino dianggap hina Kimono Jepang. (Twitter/@KrehaSp)

Menanggapi protes ini, brand mewah Valentino menghapus video kampanye itu dan merilis permintaan maaf lewat akun Twitter resmi. Mereka menjelaskan bahwa kain yang ada di video itu bukan Obi.

"Kainnya tanpa sengaja menyerupai Obi tradisional Jepang dan Maison Valentino sangat meminta maaf atas pelanggaran yang ditimbulkan," tulis pihak Valentino lewat unggahan Twitter.

Permintaan maaf brand Valentino atas video kampanye baru. (Twitter/@MaisonValentino)
Permintaan maaf brand Valentino atas video kampanye baru. (Twitter/@MaisonValentino)

"Valentino memegang komitmen kuat untuk memelihara budaya inklusi dalam skala global yang menghormati individualitas setiap komunitas, karta artistik, desain, serta keahlian artistik," lanjut merek fesyen asal Italia tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Valentino menjelaskan bahwa kampanye yang juga menampilkan Son Ye Jin itu dibuat untuk menyoroti hubungan antara komunitas dan budaya global.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brand Fashion Lokal Ini Punya Strategi Unik Bertahan di Tengah Pandemi

Brand Fashion Lokal Ini Punya Strategi Unik Bertahan di Tengah Pandemi

Lifestyle | Rabu, 31 Maret 2021 | 15:47 WIB

Nyeleneh! Brand Miu Miu Rilis Sneakers Pakai Heels Seharga Belasan Juta

Nyeleneh! Brand Miu Miu Rilis Sneakers Pakai Heels Seharga Belasan Juta

Lifestyle | Sabtu, 27 Maret 2021 | 13:35 WIB

Tren Berulang, Brand Fashion GVFI Kembali Hadirkan Koleksi Varsity Jacket

Tren Berulang, Brand Fashion GVFI Kembali Hadirkan Koleksi Varsity Jacket

Lifestyle | Jum'at, 19 Maret 2021 | 19:06 WIB

Terkini

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

×