alexametrics

Ini Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Dunia Kerja Selama Pandemi

Bimo Aria Fundrika
Ini Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Dunia Kerja Selama Pandemi
Ilustrasi perempuan karier. (Shutterstock)

Ida juga menyoroti bagaimana pandemi Covid-19 membawa tambahan beban tersendiri bagi pekerja perempuan.

Suara.com - Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan. Tapi juga mempengaruhi ketidaksetaraan membuat perempuan makin terdiskriminasi.

Hal itu yang menjadi sorotatan dalam Women Lead Forum 2021, Rabu, (7/4/2021). Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziyah dalam keynote speech-nya memaparkan bermacam kondisi ketimpangan gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis gender.

Ida juga menyoroti bagaimana pandemi Covid-19 membawa tambahan beban tersendiri bagi pekerja perempuan.

Ilustrasi perempuan karier (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan karier (Shutterstock)

“Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global,” ujarnya.

Baca Juga: Waduh, Minat Warga Salatiga untuk KB Menurun Saat Pandemi

Dalam hal kepemimpinan perempuan, Ida menyatakan bahwa ini masih menjadi masalah yang perlu diselesaikan bersama.

Ia mencontohkan, dari 4,1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN), 52 persennya adalah perempuan, namun perempuan yang menduduki jabatan struktural relatif sedikit. Di jabatan tinggi madya, hanya ada 96 orang perempuan, jauh lebih sedikit dari laki-laki yang berjumlah 483 orang.

“Hambatan [yang dihadapi pekerja perempuan] ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia,” ujar Ida.

Menyikapi berbagai hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini, Ida mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus melakukan gerakan nasional non-diskriminasi di tempat kerja. Dengan komitmen ini, diharapkan akan dapat menghentikan praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja.

Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Australia, H. E. Allaster Cox, dalam pidato pembukaan Women Lead Forum 2021, menyatakan bahwa kepemimpinan perempuan merupakan salah satu pendorong utama kesetaraan gender dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi suatu negara.

Baca Juga: Lengkap! Aturan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Ramadhan 2021

"Untuk itu, Australia merasa bangga bisa bergandengan tangan dengan Indonesia dalam perjalanan memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, dan mencapai kesetaraan gender yang lebih baik di tempat kerja,” ujar Mr. Cox.

Komentar