alexametrics

Kisah Shahiahijab, Terjun ke Bisnis Busana Muslim Gegara Anak

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
Kisah Shahiahijab, Terjun ke Bisnis Busana Muslim Gegara Anak
Calon pembeli memilih jilbab di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Ada beragam alasan mengapa seseorang bisa terjun ke dunia bisnis, termasuk bisnis busana muslim.

Suara.com - Ada beragam alasan mengapa seseorang bisa terjun ke dunia bisnis, termasuk bisnis busana muslim.

Servantina Bunga contohnya, mengaku membangun bisnis busana muslim Shahiahijab gara-gara sang anak. Kok bisa?

"Setelah kelahiran anak saya waktu itu, karena anak saya perempuan, saya pengen dandanin pakai gamis, pakai hijab. Dan waktu itu saya cari-cari gamis sama hijab, setelah dicari susah ketemunya," ungkapnya, dalam acara Inspirasi Bisnis Penjual Fashion Muslim selama Bulan Ramadan bersama Shopee, Senin (26/4/2021).

Gara-gara pengalamannya tersebut, ia menyampaikan gagasan tersebut kepada suaminya untuk mencoba berjualan gamis anak.

Baca Juga: Diejek Pakai Itu-itu Aja, Baju Bunga Zainal Setara Harga Setahun Makan

Ia mengatakan, ia sudah menyukai dunia perkainan sejak masa sekolah.

"Dari jaman masih sekolah kayak udah suka gitu ke toko kain. Lihat-lihat bahan, terus lihat bahan yang baru, motif baru, kayak gitu," ungkapnya.

Ia sempat ikut kursus menjahit saat ia hamil. Dari situlah muncul gagasan untuk membangun usaha gamis anak.

"Setelah itu kita langsung eksekusi cari bahan. Karena di Ngawi ini kan kota kecil, toko kainnya terbatas, jadi kita ke kota sebelah, yaitu Solo," ceritanya.

Tidak gampang mencari tukang jahit yang cocok. Setelah mencari ke sana ke mari, barulah ia mendapatkan tukang kain dan tukang jahit yang sesuai.

Baca Juga: 7 Gaya Hijab Awkarin Ini Bisa Buat Inspirasi OOTD Ramadhan 2021

"Setelah mendapat kain, saya cuma beli lima meter aja. Setelah itu, kita cari penjahitnya, dan itu nggak gampang," ucapnya.

Komentar