alexametrics

Hari Pendidikan Nasional: Masih Banyak Sekolah Tak Layak

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Hari Pendidikan Nasional: Masih Banyak Sekolah Tak Layak
Ilustrasi sekolah.

Kemudian ia menyebut banyak kesulitan dalam mengakses keadaan pendidikan, seperti perjalanan ke sekolah.

Suara.com - Pendidikan sangatlah penting bagi masyarakat, karena itu di Hari Pendidikan Nasional ini, Minggu (02/5/2021), pendidikan tidak hanya formalitas saja. Melainkan membentuk pribadi seseorang secara kualitas. Mulai dari wawasan, pengembangan diri, dan juga peningkatan sumber daya yang baik di masa mendatang.

Lewat acara daring bertema Pendidikan Yang Inklusif, Aman Dan Berkualitas Di Sekolah Indonesia, menurut Koordinator Program Pro InQluEd Sambas Nuryani, kondisi pendidikan di daerah Sambas memiliki nilai merah. Seperti di bagian sarana prasarana dan SDM.

“Jadi keadaan yang memprihatinkan ini butuh dorongan dari semua pihak, agar bisa terjadinya pemerataan kualitas pendidikan yang lebih baik di kabupaten Sambas,” ungkap Nuryani, Minggu (02/5/2021).

Nuryani menambahkan, segi SDM seperti tenaga kependidikan, dari jumlahnya sudah hampir cukup. Tetapi kualitas dan penyebarannya yang masih belum memadai.

Baca Juga: Ucapan Hari Pendidikan Nasional 2021 Buat Update Status Whatsapp atau IG

Hari pertama masuk sekolah, Senin (27/7).
Hari pertama masuk sekolah, Senin (27/7).

“Kemudian dari segi SDM, khususnya tenaga kependidikannya, sudah hampir cukup jumlahnya. Cuma dari kualitas dan penyebarannya. Karena di Sambas sendiri terdiri dari daerah pedesaan, yang ketika mengaksesnya perlu perjalanan yang lumayan jauh,” jelasnya.  

Kemudian ia menyebut banyak kesulitan dalam mengakses keadaan pendidikan, seperti perjalanan ke sekolah.

“Masih terdapat kesulitan mengakses keadaan pendidikan, seperti jalan ke sekolah. Sebenarnya mungkin dekat dengan perkampungan, tapi karena tidak ada akses jembatan atau ada jalan yang rusak, yang akhirnya menyebabkan siswa di sekolah dasar agak susah mengakses pendidikannya,” paparnya.

Lewat program Pro InQluEd tersebut, Nuryani mendampingi 10 sekolah dasar di 6 kecamatan di Kabupaten Sambas. Namun, keadaan sarana prasarana masih terjadi adanya sekolah yang rusak.

“Kita ada satu sekolah misalnya di SDN 02 Dalam Kaung, jaraknya cuma lima menit dari kantor Bupati. Itu kekurangan ruang kelas, kemudian tidak adanya toilet yang baik, kemudian keadaan sarana prasarana seperti plafon yang rusak,” pungkasnya. 

Baca Juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional Hardiknas yang Diperingati Setiap 2 Mei

Komentar