alexametrics

Keseimbangan Hidup Berlian Dewirani, Direktur Ecommerce P&G Indonesia

Vania Rossa
Keseimbangan Hidup Berlian Dewirani, Direktur Ecommerce P&G Indonesia
Berlian Dewirani, Direktur Ecommerce P&G Indonesia. (Dok, Pribadi)

Antara karier dan keluarga, Berlian Dewirani membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan tanpa ada yang harus dikorbankan.

Suara.com - Menjadi ibu bekerja di tengah pandemi adalah tantangan bagi banyak perempuan, termasuk bagi Berlian Dewirani, ibu dari (hampir) 4 anak, yang memiliki karier cemerlang sebagai Direktur Ecommerce P&G Indonesia. Namun, tantangan ini dihadapi dengan baik oleh Berlian. Selama periode pandemi yang sudah berjalan satu tahun lebih, ia mengaku kehidupannya sebagai ibu bekerja berjalan mulus hampir tanpa hambatan.

Berlian mengawali kariernya di PT Pfizer Indonesia, dan mulai bergabung di P&G Indonesia sejak Desember 2010. Saat itu, Berlian bergabung ke dalam tim marketing, dengan tanggung jawab utama melakukan analisis kompetitif semua merek, merencanakan kampanye di berbagai media, serta langkah-langkah inisiatif strategi lainnya.

Berlian yang merupakan lulusan Universitas Indonesia jurusan Farmasi terus merajut karier di P&G Indonesia hingga kini, dengan jabatan saat ini sebagai Direktur Ecommerce. Berbagai penghargaan telah ia raih selama bekerja di sana, di antaranya yang paling berkesan adalah PG Global CEO Award dan PG APAC President Award. Tentu saja ini merupakan sebuah pencapaian luar bisa bagi perempuan kelahiran tahun 1985 ini. Tanggung jawabnya saat ini adalah memimpin tim pemasaran, penjualan, hingga logistik secara langsung ke konsumen melalui jalur ecommerce.

P&G Indonesia Ibarat Rumah Kedua
Sepuluh tahun bergabung di P&G Indonesia, Berlian mengalami berbagai fase kehidupan di perusahaan ini. Mulai dari menikah, hingga melahirkan ketiga anaknya, yaitu Callysta Izza Liandika (9 tahun), Hamizan Kenzie Azzamy (6 tahun), dan Kayla Hanania Syahnaz (2,5 tahun). Dan dalam waktu dekat, yaitu sekitar bulan Juli, Berlian akan melahirkan anak keempatnya.

Baca Juga: Ketimbang Ayah, Ibu Bekerja di Rumah Sambil Mengurus Anak Lebih Stres!

Berlian Dewirani, tengah menanti kelahiran anak keempat. (Dok, Pribadi)
Berlian Dewirani, tengah menanti kelahiran anak keempat. (Dok, Pribadi)

Bisa dibilang, P&G Indonesia ibarat rumah kedua bagi Berlian. Sebagai sebuah perusahaan besar berskala internasional, Berlian mengakui bahwa P&G memberikan lingkungan yang sangat kondusif bagi para ibu bekerja.

Salah satu yang sangat ia syukuri adalah kesempatan mendapatkan cuti 6 bulan setiap kali melahirkan, yang terdiri dari 3,5 bulan cuti berbayar, dan sisanya adalah cuti tidak berbayar (unpaid leave). Ia mengaku, dengan cuti yang maksimal tersebut, ia bisa full mengurus anak-anaknya sampai mereka lulus ASI eksklusif.

"Bahkan di sini, untuk para ayah, juga dikasih cuti berbayar selama 2 bulan, lho. Kebayang, kan, kalau suami istri sama-sama bekerja di perusahaan ini, mereka bisa full mengurus bayinya yang baru lahir," kata Berlian ketika berbincang dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

Dukungan Keluarga untuk Karier
Kariernya yang bagus tentu tak datang dengan sendirinya. Berlian yakin bahwa di balik kesuksesannya, ada peran dan dukungan dari keluarga yang dicintainya, yaitu suami dan anak-anaknya.

Berlian Dewirani bersama suami. (Dok, Pribadi)
Berlian Dewirani bersama suami. (Dok, Pribadi)

Di tengah pandemi ini, ketika banyak ibu bekerja merasa kewalahan dengan beban gandanya di rumah, Berlian mampu menjalani fase ini dengan mulus. Kuncinya satu, berbagi peran dengan sang suami, Andika M. Fiza.

"Biasanya, pagi-pagi sebelum anak-anak belajar online, saya akan menemani mereka bersiap-siap. Tapi, ada kalanya saya harus meeting online di jam yang sama. Saat seperti itu, suami akan ambil alih tugas saya menemani anak-anak, sebelum ia berangkat ke kantor," katanya.

Baca Juga: Jadi Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia Berbagi Tips untuk Ibu Bekerja

Fase anak-anak belajar online ini juga jadi tantangan buat Berlian. Terlebih, anak keduanya, Hamizan, baru saja masuk SD, di mana belajar online tentu menjadi lebih sulit baginya untuk menerima pembelajaran baru.

Komentar