Sosiolog Ungkap Sebab Masyarakat Sulit Dilarang Mudik

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 11 Mei 2021 | 16:55 WIB
Sosiolog Ungkap Sebab Masyarakat Sulit Dilarang Mudik
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari WIB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Suara.com - Kebijakan pelarangan mudik telah ditetapkan dari Pemerintah, yakni mulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang. Meski demikian, beberapa masyarakat pun tetap nekat mudik dengan mencari jalan celah atau jalan tikus.

Menurut Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Robertus Robert, MA mengatakan, mudik bukan hanya tentang perpindahan fisik saja, melainkan tindakan etik dan kultural.

“Jadi itu yang sulit untuk dihentikan. Karena di situ ada tarikan moral dan kultural dari orang-orang yang merasa sebagian dirinya ada di tempat asalnya,” ungkapnya dalam acara SuaraLive! Mudik Tersekat COVID-19, Gegar Budaya Kala Pandemi, Senin (10/5/2021).

Ia menambahkan, mudik merupakan arus kebudayaan. Sementara di sisi lain juga ada pembatasan gerak karena pandemi Covid-19.

Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari WIB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari WIB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

“Di sinilah perbenturan itu terjadi saya kira. Sisi lain ada arus yang semakin besar, dan ada satu tarikan kebudayaan yang selalu membawa orang itu untuk pulang. Juga mereguk kembali tempat dari nilai-nilai, perasaan, suasana, dan rasa kangen dari tempatnya berasal,” papar Robertus Robert.   

Robert  juga mengatakan bahwa tradisi mudik tersekat karena pandemi. Karenanya, ada pertarungan atau konflik rasionalitas pandemi dengan kebudayaan.

“Di situ kita melihat ada pertarungan dan konflik antara rasionalitas pandemi dengan kebudayaan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Robertus Robert mengungkap kebijakan larangan mudik dari pemerintah tergantung dari mana cara melarangnya.

“Efektif atau enggak itu nomor dua, tapi bagaimana cara melarangnya. Tapi memang harus ada aturan melarang di situasi sekarang ini. Apalagi kita dapat pelajaran penting dari India, mungkin merasa punya pabrik vaksin, lalu vaksinasi dilakukan cukup banyak, lalu lupa. Dan kemudian kelupaan ini dilakukan karena kesalahan politiknya, seperti mengadakan festival yang berkaitan dengan mobilisasi politik,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Basarnas Medan Kerahkan 60 Personel di Lokasi Wisata saat Libur Lebaran

Basarnas Medan Kerahkan 60 Personel di Lokasi Wisata saat Libur Lebaran

Sumut | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:56 WIB

Hilal Belum Terlihat di Palabuhanratu Sukabumi, Kapan Lebaran?

Hilal Belum Terlihat di Palabuhanratu Sukabumi, Kapan Lebaran?

Jabar | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:54 WIB

INFOGRAFIS: Ibu Hamil Boleh Mudik Lebaran Jika Kondisi Mendesak

INFOGRAFIS: Ibu Hamil Boleh Mudik Lebaran Jika Kondisi Mendesak

Infografis | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:45 WIB

Terkini

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:12 WIB

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×