Melihat potensi itu, Bahri menilai bisnis layanan pendukung Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dianggap sangat potensial.
"Bisnis service provider perjalanan haji dan umrah sangat potensial. Kebutuhan para jamaah yang datang dari berbagai negara ke Tanah Suci hampir tiada henti sepanjang tahun," katanya.
Ia mengatakan pihaknya saat ini memiliki tiga hotel dengan total 889 kamar yang terletak di Mekah dan Madinah, dengan lokasi strategis antara lain Le Meridien, Elaf Mashaer, Fajr Badee, Mawadah Sofwa, dan Sham Province.
Saat ini, dia menuturkan, terdapat 323 PIHK dan 1.016 PPIU di Indonesia yang bergerak di bisnis pelayanan penginapan seperti hotel, tiket pesawat, dan land arrangement (LA) serta segala keperluan haji dan umrah di Tanah Suci.
"Di bisnis tiket, kami menjalin kerja sama dengan Citilink dan Etihad. Adapun di LA, kami telah berpengalaman selama lima tahun dan memiliki jaringan lokal kuat, termasuk fasilitasnya."