Proses Terbentuknya Aurora dan Jenis-jenis Lapisan Atmosfer Bumi

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 01 Juli 2021 | 10:15 WIB
Proses Terbentuknya Aurora dan Jenis-jenis Lapisan Atmosfer Bumi
Aurora. [Shutterstock]

Suara.com - Banyak fenomena terjadi di alam semesta termasuk pemandangan langit seperti Aurora, yang bisa membuat siapa saja terkagum-kagum memandangnya. Tapi sebenarnya apa sih aurora itu? Dan bagaimana proses aurora terbentuk?

Mengutip Ruang Guru, Kamis (1/7/2021) Aurora adalah gejala alam berupa cahaya yang menari-nari indah di langit dalam berbagai warna.

Aurora yang sering terlihat adalah hijau muda dan pink, tapi kadang terlihat juga yang berwarna merah, kuning, hijau dan biru walaupun hanya sesekali. Aurora ini terjadi di salah satu lapisan atmosfer bumi, yaitu di lapisan ionosfer.

Atmosfer adalah lapisan gas atau udara yang menyelubungi bumi. Tebalnya atmosfer kurang lebih 1.000 kilometer dan tidak hanya bumi yang memiliki lapisan atmosfer, planet-planet lain juga memiliki lapisan atmosfernya sendiri.

Dengan tebal kurang lebih 1.000 kilometer, atmosfer bumi terdiri dari lapisan-lapisan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Karakteristik atmosfer bumi

1. Troposfer

Ini adalah lapisan pertama, yaitu lapisan yang berhubungan langsung dengan permukaan bumi dan merupakan tempat terjadinya gejala atau peristiwa cuaca seperti hujan, angin dan badai.

Tinggi troposfer berbeda-beda. Tinggi rata-ratanya adalah 12 kilometer, tapi di khatulistiwa ketinggiannya dapat mencapai 16 hingga 18 kilometer sedangkan di daerah kutub hanya 8 kilometer.

baca juga

Pada troposfer berlaku hukum gradient thermometric, yang artinya, setiap ketinggiannya naik 100 meter dari permukaan bumi, suhunya menurun sekitar 0,6 derajat celcius.

Lapisan paling atas dari troposfer disebut dengan tropopause. Tropopoause ini membatasi troposfer dengan lapisan di atasnya yaitu stratosfer.

2. Stratosfer

Lapisan yang kedua ini adalah lapisan yang melindungi makhluk hidup dari sinar ultraviolet karena stratosfer merupakan tempat lapisan O3 (ozon) yang dapat menyerap sinar ultraviolet.

Stratosfer tingginya sekitar 12 hingga 80 kilometer dan suhunya mencapai sekitar 55 derajat celcius, akibat adanya kenaikan panas yang cukup drastis pada lapisan ini.

Lapisan paling atasnya bernama stratopause yang membatasi stratosfer dengan lapisan di atasnya.

3. Mesosfer

Mesosfer berfungsi untuk menghancurkan meteor, jadi kita terlindungi dari ancaman benda angkasa yang bisa saja jatuh ke bumi.

Suhu di mesosfer dapat mencapai minus 83 derajat celcius, karena pada mesosfer berlaku hukum gradient thermometric. Mesosfer terletak pada ketinggian 50 hingga 80 kilometer dan puncaknya bernama mesopause.

4. Termosfer

Termosfer jaraknya sangat jauh dari permukaan bumi yaitu sekitar 80 hingga 100 kilometer dari permukaan bumi. Lapisan ini juga disebut lapisan ionosfer karena pada ketinggian 100 kilometer terjadi proses ionisasi, dimana ion positif dan elektron bebas bermuatan negatif terbentuk. Pada proses ionisasi inilah aurora terbentuk.

Proses ionisasi yang terjadi menyebabkan penambahan dan pengurangan jumlah elektron yang menghasilkan cahaya berwarna-warni di angkasa.

Cahaya aurora hanya bisa dilihat dari tempat di bumi yang medan magnetnya kuat yaitu di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Semakin kuat magnet bumi, semakin jelas aurora terlihat.

Begitu juga sebaliknya. Itulah kenapa kita tidak bisa melihat aurora di Indonesia karena Indonesia terletak di khatulistiwa di mana medan magnetnya tidak cukup kuat.

Selain menghasilkan aurora, partikel ion yang terbentuk oleh radiasi matahari tersebut juga berfungsi sebagai pemantul gelombang suara dan cahaya dari bumi dalam bentuk gelombang radio.

5. Eksosfer

Lapisan paling luar dan paling atas dari atmosfer ini berada pada ketinggian 400 hingga 1.000 kilometer dari permukaan bumi.

Pengaruh gaya gravitasi di eksosfer sangat kecil. Eksosfer ini merupakan lapisan antara bumi dengan angkasa luar. Sehingga eksosfer bisa disebut juga sebagai geostasioner atau ruang antar planet.

Dari beragam jenis atmosfer, memiliki peran masing-masinguntuk menjaga bumi. Apabila atmosfer tidak ikut berotasi bersama bumi, angin di atas bumi akan menjadi sangat kencang berkisar 1.667 kilometer per jam dan dipastikan tidak ada kehidupan di bumi dengan kekuatan angin sebesar itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu: Mengurai Bahasa Cinta yang Berbeda, Segera Difilmkan

Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu: Mengurai Bahasa Cinta yang Berbeda, Segera Difilmkan

Entertainment | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:01 WIB

5 Struktur Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Perisai Tak Kasat Mata yang Jaga Kehidupan

5 Struktur Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Perisai Tak Kasat Mata yang Jaga Kehidupan

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:11 WIB

LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer

LHS 1140b, Planet Mirip Bumi yang Terbukti Memiliki Atmosfer

Tekno | Senin, 27 Juli 2026 | 14:17 WIB

Lewat Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Ajak Anak Muda Hargai Setiap Mimpi

Lewat Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Ajak Anak Muda Hargai Setiap Mimpi

Entertainment | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:36 WIB

Aurora Ventures Diluncurkan, Dukung Startup Perempuan di Negara Berkembang

Aurora Ventures Diluncurkan, Dukung Startup Perempuan di Negara Berkembang

Foto | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:00 WIB

Aurora Ribero Bicara Soal Arti Support System di Film Nobody Loves Kay

Aurora Ribero Bicara Soal Arti Support System di Film Nobody Loves Kay

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:30 WIB

Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026

Dua Novel Baru Kyoto Animation Akan Terbit pada Juni 2026

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:09 WIB

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

Misi Artemis II Hadapi Ujian Mematikan: Detik-Detik Menembus 'Neraka' Atmosfer Bumi

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:56 WIB

Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?

Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:00 WIB

Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?

Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×