PPKM Darurat Bikin Popularitas Empon-empon Meroket

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 09 Juli 2021 | 18:18 WIB
PPKM Darurat Bikin Popularitas Empon-empon Meroket
Seorang pedagang empon-empon tengah merapikan dagangan di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Selasa (3/3/2020). [Solopos]

Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat membuat popularitas empon-empon meroket.

Dilansir ANTARA, empon-empon hingga buah jeruk menjadi komoditas yang cukup laris dibeli secara daring PPKM darurat yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali.

Hal itu disebutkan oleh Head of Marketing Communications Sayurbox Oshin Hernis dalam konferensi pers virtual perayaan empat tahun layanan Sayurbox melayani di Indonesia.

"Ini memang empon-empon yang paling terpopuler. Jadi kita ada siapkan sudah satu paket isinya rempah- rempah semua. Ada jahe, kunyit, sereh itu kita paketkan sehingga bisa mempermudah masyarakat yang cari empon- empon," kata Oshin dalam acara yang diselenggarakan virtual itu.

Tren populernya empon- empon ini tidak hanya terjadi di masa PPKM darurat, sebelumnya pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) komoditas ini menjadi buruan masyarakat Indonesia.

Pedagang di Pasar Beringharjo jual empon-empon Corona, Rabu (4/3/2020). [Putu Ayu Palupi / Kontributor]
Pedagang di Pasar Beringharjo jual empon-empon Corona, Rabu (4/3/2020). [Putu Ayu Palupi / Kontributor]

Selain produk herbal ini, buah jeruk menjadi produk kedua yang paling banyak dicari oleh masyarakat yang tetap berada di rumah saja akibat PPKM darurat.

"Buah jeruk itu dicari mungkin karena kita tahu manfaatnya bisa meningkatkan imunitas. Dia kan mengandung vitamin C ya yang memang bisa memperkuat imun tubuh," kata Oshin.

Sementara untuk komoditas ketiga yang terpopuler di masa PPKM darurat khusus dari produk Sayurbox adalah paket “Imunne Booster”.

Paket itu terdiri dari pilihan sayur, buah, karbohidrat, protein, dan susu yang bisa dikirim untuk anda yang ingin paket praktis menjaga kesehatan di tengah meningkatkan potensi penyebaran virus SARS-CoV-2.

baca juga

Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, paket ini pun bisa berguna untuk diberikan sebagai dukungan logistik bagi keluarga maupun kolega yang harus menjalani isolasi mandiri.

Selama satu tahun pandemi COVID-19 berlangsung sejak 2020, tercatat peningkatan jumlah transaksi mencapai 3 kali lipat untuk pemesanan produk- produk di layanan Sayurbox.

Sayurbox memastikan tetap menjaga bahan- bahan pangan dan produk yang dijualnya memiliki kesegaran paling alami agar konsumen bisa mendapatkan bahan berkualitas yang dapat diolah untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah kondisi pandemi ini. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boost Imunitas di Musim Hujan? Coba 3 Resep Empon-empon Ini!

Boost Imunitas di Musim Hujan? Coba 3 Resep Empon-empon Ini!

Health | Selasa, 24 Desember 2024 | 09:07 WIB

Terkini

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara

Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×