- Peneliti Matthijs Wibier merekonstruksi fragmen buku hukum Romawi abad keempat yang disimpan di Penn Museum.
- Buku hukum praktis tersebut memuat aturan pajak, pemeliharaan jalan, pasokan pangan, serta penggunaan fasilitas publik.
- Aturan kekaisaran itu mewajibkan warga kaya memelihara jalan dan melarang bangunan publik diperlakukan sebagai milik pribadi.
Suara.com - Sebuah fragmen buku hukum Romawi berusia sekitar 1.600 tahun mengungkap bagaimana kekaisaran mengatur pajak, pemeliharaan jalan, pasokan pangan, hingga penggunaan bangunan publik.
Temuan tersebut berasal dari sekitar 50 potongan kulit hewan yang selama lebih dari satu abad tersimpan di Penn Museum, Philadelphia, Amerika Serikat.
Fragmen yang sebelumnya belum diterjemahkan itu ternyata merupakan bagian dari halaman dua sisi sebuah buku hukum Romawi dari abad keempat.
Peneliti dari University of Cincinnati, Matthijs Wibier, berhasil menyatukan potongan-potongan tersebut.
Tujuh fragmen terbesar membentuk sebagian besar halaman, meski sejumlah bagian masih hilang.
![Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara [archaeologymag.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/08/26/22084-fragmen-romawi.jpg)
Fragmen itu diperoleh Penn Museum dari seorang pedagang barang antik di Mesir pada 1911.
Kondisi pasir Mesir yang kering membantu menjaga material tersebut sehingga dapat bertahan selama lebih dari 1.600 tahun.
Rekonstruksi Wibier menunjukkan bahwa halaman tersebut kemungkinan berasal dari kumpulan hukum kekaisaran yang dibuat pada akhir abad keempat.
Berbeda dengan kitab hukum Romawi yang umumnya berukuran besar, teks ini tampaknya merupakan buku hukum yang jauh lebih ringkas.
Buku tersebut diduga dibuat untuk pejabat pajak, pemilik tanah, atau ahli hukum yang membutuhkan akses cepat terhadap aturan tertentu.
Isinya kemungkinan sangat praktis karena berkaitan langsung dengan pajak dan berbagai kewajiban publik.
"Temuan ini memberikan bukti langka mengenai sebuah buku hukum Romawi kecil yang tidak diketahui dari sumber lainnya," demikian gambaran penelitian tersebut seperti dinukil dari Archaeologymag.com
Isi halaman menunjukkan bahwa hukum Romawi tidak hanya mengatur hubungan antara pemerintah dan warga, tetapi juga mengatur penggunaan sumber daya bersama.
Beberapa ketentuan secara khusus menyangkut jalan umum, pajak, pasokan makanan, serta bangunan milik publik.
Warga Kaya Dibebani Kewajiban Publik