alexametrics

Begini Pendalaman Karakter yang Dilakukan Para Pemain Serial Musikal Nurbaya

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Begini Pendalaman Karakter yang Dilakukan Para Pemain Serial Musikal Nurbaya
Behind the scene serial musikal Nurbaya. (Indonesia Kaya)

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendalami sebuah karakter, salah satunya belajar lewat film kartun!

Suara.com - Sejak peluncuran episode pertama Musikal Nurbaya yang tayang pada 1 Juli 2021 lalu, ada proses pendalaman karakter yang harus dilakukan oleh setiap pemain.

Nola B3, misalnya, yang memerankan karakter Etek Rahma, mengatakan bahwa proses pendalaman karakter di Musikal Nurbaya ini cukup mengagetkannya.

“Dulu waktu SD aku tidak tahu karakter Etek Rahma itu seperti apa. Jadi aku cari tahu, tapi nggak ketemu. Tetapi ketika dikasih kesempatan membawakan karakter otoriter ini, aku bisa dikembangin sendiri. Dan juga aku diberikan sedikit ide untuk mendalami karakter ini,” ungkapnya pada acara Konferensi Pers Virtual Musikal Nurbaya, Senin (26/7/2021).

Nola mengaku kaget dengan sisi antagonis dari karakter Etek Rahma. Dan ia mengaku sedikit mengalami kesulitan saat memerankan karakter tersebut. Meski begitu, ia menghilangkan kekhawatiran tersebut dengan terus mempelajarinya.

Baca Juga: Maudy Koesnaedi Bintangi Teater Bung Karno Series: Besok Atau Tidak Sama Sekali

Pemain lainnya, Galabby, merupakan pemeran Isabella yang merupakan istri tua dari Tuan Meringgih. Ia mengaku belajar mendalami karakter dari menonton film kartun.

Berperan sebagai istri tua, Galabby justru mendapat sisi positif setelah memerankan karakter ini di serial Musikal Nurbaya.

"Belajar ikhlas saat mendalami karakter ini. Tapi ada sisi positifnya, (berperan) sebagai orang yang peduli dengan kakak angkatnya. Juga peduli sama Siti Nurbaya. Jadi, sisi karakter ini rasa pedulinya sangat kuat,” ungkap Gallaby.

Sebagai karakter tambahan, ada Beyon Destiano yang berperan sebagai Lakeswara, penyanyi sekaligus pembawa acara di Taman Edan. Menurut Beyon, meski karakter tambahan, karakter ini menjadi tantangan besar untuknya, karena bukanlah hal yang mudah berperan sebagai seorang pembawa acara di tahun 70-an.

“Jadi untuk pendalaman karakter ini aku sampai ngulik host yang membawa acara di tahun 70-an. Juga penggalan kata-katanya, dan banyak lagi. Tapi sambil bikin background stories sendiri,” pungkas Beyon.

Baca Juga: Hari Teater, Komedi dan Teater Wong Gerot Tampilkan Improvisasi Komedi KALA

Komentar