Riset Terapan Berbasis Demand Driven: Optimalkan Koneksi Pendidikan Vokasi dan Industri

Vania Rossa

Rabu, 04 Agustus 2021 | 11:06 WIB
Riset Terapan Berbasis Demand Driven: Optimalkan Koneksi Pendidikan Vokasi dan Industri
Riset Terapan Berbasis Demand Driven (Ilustrasi: Shutterstock)

"Ada peluang riset banyak dari industri, tapi semua ini belum terintegrasi. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta dunia pendidikan untuk terlibat dalam program vokasi," kata Hadi.

Agus Edy Pramono, pengajar dari Politeknik Negeri Jakarta, mengatakan SDM di Indonesia pada dasarnya mampu meriset, baik untuk riset dasar maupun riset terapan. Mahasiswa pendidikan vokasi atau politeknik sesuai dengan kebutuhan industri, namun demand dan supply ini belum saling terkoneksi.

"Baik industri, periset, maupun pemerintah saling bingung mengenai kebutuhan masing-masing. Ini perlu diperbaiki dengan cara komunikasi," jelasnya.

Ia menambahkan riset terapan sulit dilakukan di lingkungan politeknik tanpa adanya kerjasama dengan kalangan industri. Pihaknya mengharapkan peluang dan kerjasama baru antarpemangku kepentingan.

Adil B. Ahza, tim Program Riset Keilmuan Terapan, menjelaskan upaya tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila dapat membangun kemitraan yang harmonis antara pemerintah, industri, periset, dan masyarakat luas. Ia juga berharap tim periset bersama mitra bekerja sama menyelesaikan berbagai permasalahan yang riil berbasis pemecahan masalah yang bersinergi.

"Harus ada kemitraan yang selaras. Masing-masing pihak tidak bisa bekerja sendiri," kata Adil

Menurutnya riset keperluan industri memiliki sifat mengejar keuntungan atau profit oriented, sedangkan kebutuhan masyarakat memiliki sifat yang lebih social enterprises. Untuk itu upaya menyelaraskan dua sifat tersebut harus dilakukan secara tersruktur sehingga dapat menangkap maksud dan tujuan masing-masing.

“Dan bagi politeknik, ini adalah hajatan institusi. Satu organsiasi harus memberikan impact. Ini harus cross discipline, jangan hanya satu orang, tetapi institutional driven,” tutupnya.

Program Riset Keilmuan Terapan
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru saja meluncurkan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen Perguruan Tinggi Vokasi bagi seluruh insan vokasi di Tanah Air.

Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri-Dosen Perguruan Tinggi Vokasi akan memfasilitasi 51 proposal yang lolos serangkaian proses seleksi dengan masing-masing pendanaan yang dapat diusulkan senilai Rp 500 juta.

baca juga

Program ini memiliki dua skema, pertama adalah skema A, yaitu pengembangan riset terapan dari permasalahan nyata di DUDI dan masyarakat. Kedua adalah skema B, yaitu pengembangan riset terapan lanjutan/riset pengembangan yang dikembangkan dari perolehan Kekayaan Intelektual (KI) sebelumnya oleh PTPPV dan/atau DUDI dengan mengacu pada kebutuhan industri dan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.

Setiap pengusul harus memiliki tim periset yang anggotanya terdiri dari dosen atau kelompok dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa (minimal semester V), atau yang sedang melaksanakan tugas akhir/proyek akhir/skripsi.

Adapun tema riset bisa dieksplorasi, meliputi bidang pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi, energi baru dan terbarukan, kesehatan, konstruksi, pertanian, kemaritiman, kehutanan, sosial humaniora, atau bidang lainnya, serta pengembangan atau penerapan karya kekayaan intelektual yang dimiliki DUDI atau PTPPV.

Informasi program riset keilmuan terapan dapat diakses melalui laman https://ptvp.mitrasdudi.kemdikbud.go.id/. Sementara pendaftaran dibuka mulai tanggal 23 Juni sampai 6 Agustus 2021. Pada tahap ini, para pendaftar tidak perlu langsung mengirim proposal lengkap karena penilaian pertama adalah pada Expression of Interest (EoI). Perlu diketahui pula bahwa proposal riset terapan wajib melampirkan bukti kerja sama dengan mitra DUDI atau organisasi masyarakat sipil terkait pelaksanaan program yang sesuai dengan tema riset.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa

Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 18:13 WIB

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Bisnis | Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:39 WIB

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 15:14 WIB

Terkini

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:42 WIB

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:17 WIB

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:13 WIB

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:10 WIB

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

×