Riset Terapan Berbasis Demand Driven: Optimalkan Koneksi Pendidikan Vokasi dan Industri

Vania Rossa

Rabu, 04 Agustus 2021 | 11:06 WIB
Riset Terapan Berbasis Demand Driven: Optimalkan Koneksi Pendidikan Vokasi dan Industri
Riset Terapan Berbasis Demand Driven (Ilustrasi: Shutterstock)

Suara.com - Selama ini, koneksi antara pendidikan vokasi dan industri dinilai belum begitu optimal. Padahal, sinergi tersebut sangatlah penting dalam peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Itu sebabnya, diperlukan penguatan riset terapan dan konsep link and match kepada pelaku industri.

Menjawab kebutuhan tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru saja meluncurkan Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri Dosen Perguruan Tinggi Vokasi bagi seluruh insan vokasi di Tanah Air.

Program ini berbasis pada demand driven, yaitu riset yang digerakkan berdasarkan permintaan dan kebutuhan guna menyelesaikan masalah nyata di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pasar, maupun masyarakat.

Diharapkan, dengan pengembangan program riset ini, muncul inovasi, sumber daya manusia unggul, dan dapat mengatasi permasalahan di industri.

Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) periode 2018-2020 Berry Juliandi menjelaskan riset memiliki kesinambungan antara riset dasar dan terapan. Riset dasar ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan pribadi yang kemudian disebut sebagai pusataka ilmiah. Lebih lanjut, riset dasar inilah yang menjadi modal riset terapan yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat, industri, dan lainnya.

Berry menyebut riset dasar dan riset terapan merupakan kesinambungan yang penting sehingga dari kegiatan riset tersebut dapat menghasilkan tenologi, kebijakan, atau intervensi sosial yang sesuai dengan kebutuhan.

Berbeda dari riset dasar yang lebih banyak dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, riset terapan lebih banyak dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, industry, atau konteks yang lebih luas.

Link and Match dalam Riset Terapan
Ranah pengembangan riset terapan yang mengacu pada demand driven dilakukan oleh pendidikan tinggi vokasi. Di berbagai negara maju, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam pengembangan SDM, sehingga lulusan vokasi sangat diperlukan sebagai tonggak pembangunan ekonomi negara. Link and match menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan SDM andal yang mampu menghasilkan riset terapan yang memiliki impact bagi DUDI maupun masyarakat.

Untuk mewujudkan lulusan vokasi yang andal, maka diperlukan kesamaan visi dari semua pihak, baik pemerintah, industri, maupun stakeholder terkait pendidikan vokasi.

baca juga

Sektor industri terbukti memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional melalui kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, pemerataan ekonomi, serta sebagai sektor penghasil devisa ekspor non-migas dengan nilai yang cukup signifikan. Untuk mendukung pengembangan sektor industri, diperlukan peningkatan kualitas SDM industri melalui pendidikan vokasi dengan kerjasama antar pemangku kepentingan.

Ketua Pokja Vokasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat Hadi S. Cokrodimejo menjelaskan riset industri sangat berguna agar Indonesia tak kebanjiran impor. Riset tersebut khususnya dalam industri informasi dan teknologi (ICT), kesehatan, logam, dan mesin.

Menurutnya, pelaku usaha ingin memperkuat industri dalam negeri melalui riset terapan. Hal ini juga dilakukan UMKM yang ternyata berguna untuk pengembangan industri. Hasil riset tersebut tidak banyak terintegrasi dengan sekolah dan research and development, termasuk balai-balai besar di Kementerian Perindustrian.

Hadi memaparkan ada 75 bidang yang disediakan Kadin untuk melakukan riset terapan dalam menjawab kebutuhan UMKM dan masyarakat. Jumlah ini, kalau dilakukan dengan baik dan didukung, akan mampu menekan impor bahan baku. Kualitas produk juga akan lebih baik dan murah sehingga bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri.

"Dengan riset vokasi tersebut, saya harap bisa menjembatani kebutuhan riset dasar maupun riset terapan supaya Indonesia bisa maju seperti negara lain," kata Hadi.

KADIN juga bertekad untuk terus meningkatkan kualitas SDM industri lewat program vokasi. Untuk itu, Kadin bersama pemerintah berperan aktif dalam melaksanakan program pendidikan vokasi yang link and match.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa

Mendes PDTT: Pendidikan Variabel Kunci Daya Saing Bangsa

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 18:13 WIB

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Zenius Jadi Platform Edukasi yang Telah Diakses 20 Juta Pengguna

Bisnis | Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:39 WIB

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial

News | Rabu, 28 Juli 2021 | 15:14 WIB

Terkini

9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing

9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:05 WIB

Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas

Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:05 WIB

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:57 WIB

Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN

Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:44 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:26 WIB

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Bali | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:21 WIB

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:17 WIB

×