Tren Cara Merawat Syngonium, Tanaman yang Daunya Mirip Anak Panah

Arendya Nariswari

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 13:10 WIB
Tren Cara Merawat Syngonium, Tanaman yang Daunya Mirip Anak Panah
Tanaman Syngonium dan cara perawatannya. (Unsplash/Jungle_Space)

Suara.com - Tren merawat tanaman hias di rumah masih hype di tengah-tengah masyarakat. Salah satu tanaman hias yang jadi pilihan adalah syngonium atau arrowhead plant. Tanaman syngonium ini memang menarik karean bentuk daunnya mirip anak panah. Akan tetapi bagaimana cara merawat syngonium, sulitkah?

Berikut dikutip dari Gardening Know How, tren cara merawat syngonium yang harus Anda ketahui supaya syngonium Anda tetap cantik di tempatnya. 

  • Pakai Pot Gantung

Tanaman syngonium biasanya tumbuh di luar ruangan. Ketika akan dirawat sebagai tanaman hias, disarankan sejak awal ditanam di pot panjang saja. Sebab seiring bertambahnya usia tanaman, tanaman itu akan merambat. Jika dirawat di pot gantung, tanaman ini akan jatuh seperti hujan sehingga terlihat semakin cantik sebagai penghias seperti gorden jendela.

  • Jangan terlalu sering disiram

Meskipun tanaman syngonium dapat tumbuh di tempat yang lembab, namun tanaman hias ini tidak boleh terlalu basah karena akarnya bisa membusuk. Cara merawat syngonium yang tepat adalah dengan menempatkannya di tempat bersuhu sejuk antara 16 hingga 24 derajat. Boleh disiram seminggu dua sampai tiga kali saja. 

Tanaman Syngonium dan cara perawatannya. (Pixabay/Bonginstein)
Tanaman Syngonium dan cara perawatannya. (Pixabay/Bonginstein)
  • Jauhkan dari sinar matahari langsung

Agar tanaman tidak terbakar atau daunya jadi berwarna hijau pucat, lebih baik 
tempatkan syngongium jauh dari sinar matahari. Tanaman Syngonium akan mentolerir tingkat cahaya rendah bila diletakkan di dalam ruangan. 

  • Ganti pot saat syngongium sudah dewasa

Struktur akar tanaman syngonium meluas, menyebar, dan tumbuh menjadi invasif. Oleh karean itu, jika ditanam didalam pot, jangan lupa untuk mengganti pot saat syngonium sudah dewasa. Setidaknya setahun sekali, agar dapat tumbuh dengan lebih baik. 

  • Pakai sarung tangan

Kalau Anda berniat memperbanyak syngonium, jangan lupa untuk pakai sarung tangan. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan pembelahan, stek, dan layering udara. Ketika bekerja untuk melakukan pembudidayaan itu, sarung tangan dapat melindungi Anda dari getahnya yang dapat mengiritasi kulit sensitif. 

Demikian tips cara merawat syngonium, tanaman hias yang daunnya mirip dengan anak panah. Semoga berhasil!

Kontributor : Mutaya Saroh

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Jenis Tanaman Hias yang Dapat Hidup di Bawah Sinar Matahari

6 Jenis Tanaman Hias yang Dapat Hidup di Bawah Sinar Matahari

Lifestyle | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 08:05 WIB

Diresmikan Jokowi dalam Waktu Dekat, Mentan SYL Tinjau Pengolahan Porang di Madiun

Diresmikan Jokowi dalam Waktu Dekat, Mentan SYL Tinjau Pengolahan Porang di Madiun

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 15:55 WIB

Tak Disangka, 4 Tanaman Hias Cantik Ini Ternyata Beracun

Tak Disangka, 4 Tanaman Hias Cantik Ini Ternyata Beracun

Your Say | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×