5 Alasan Kita Bangga pada Batik Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 19 Agustus 2021 | 18:38 WIB
5 Alasan Kita Bangga pada Batik Indonesia
Kegiatan pembatik tulis di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang Jawa Tengah. (Dok. IPI)

Ia memandang, pengakuan UNESCO terhadap budaya batik Indonesia menjadikan batik Indonesia punya brand image yang kuat. Namun, brand image tersebut masih belum dioptimalkan. Padahal, dengan bekal brand image tersebut, Indonesia bisa mengembangkan batik di level internasional.

3. Menyimpan sejarah budaya sangat panjang
G.P. Rouffaer, peneliti dari Belanda, memperkirakan, budaya batik Indonesia diperkenalkan dari India atau Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7 Masehi. Namun, pendapat ini sulit dikonfirmasi.

“Yang jelas, sejak zaman Sultan Agung, sekitar tahun 1600-an, istilah ‘batik’ muncul dalam dokumen tertulis,” kata William.

Agak sulit menelusuri sejak kapan batik Indonesia mulai lahir. Karena, iklim Indonesia yang cenderung lembap, membuat kain tidak mungkin disimpan lama. William memperkirakan, secara umum koleksi tertua kain batik Indonesia berusia sekitar 200 - 300 tahun. Dengan demikian, kita tidak bisa lantas mengklaim bahwa teknik batik pasti berasal dari Indonesia.

“Lain halnya dengan canting. Alat membatik ini memang ditemukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Berkat canting, batik jadi sangat rapi dan halus, karena ujung canting itu serupa ujung pulpen dan memiliki beberapa ukuran. Sebelum canting ditemukan, orang membatik dengan bambu atau kayu yang diruncingkan, sehingga hasilnya tidak bisa rapi,” kata William.

4. Sejak dulu pakai pewarna alami
Batik Indonesia sudah menggunakan pewarna alami sejak zaman dulu kala. Bahan-bahan pewarna diambil dari alam, termasuk kayu, bunga, akar, buah, dan juga hewan.
Contohnya, warna biru diambil dari tanaman nila atau indigo, warna merah dari kulit akar mengkudu yang diperkuat dengan tumbukan kayu jirek, serta warna soga dari campuran berbagai jenis kulit kayu tegeran, tingi, dan jambal. Hanya saja, proses pembuatan pewarna alami ini memang lama dan rumit.

“Ketika bicara soal batik ramah lingkungan, kita akan melihat batik dari sisi proses produksi. Yang paling signifikan adalah urusan pewarna. Sepanjang proses pembuatannya menggunakan pewarna alami, batik itu ramah lingkungan. Dalam artian, tidak ada limbah yang membahayakan lingkungan hidup. Namun, pengertian ramah lingkungan perlu diperluas. Kalau pohon kita tebang untuk diolah menjadi pewarna dan lahannya tidak ditanami lagi, artinya jadi kurang ramah lingkungan,” kata William.

Lebih lanjut ia menjelaskan, banyak pewarna sintetis (yang lazim dipakai sejak 1920-an) terbilang tidak ramah lingkungan. Perlu dicari bahan pewarna sintetis yang lebih ramah lingkungan, atau diupayakan agar limbah pewarnaan sintetis diolah hingga aman bagi lingkungan hidup, sebelum kemudian boleh dibuang.

5. Kaya akan motif dan warna
Tidak hanya di Jawa, batik dari berbagai daerah di Indonesia menampilkan motif yang luar biasa banyak dan warna yang khas. Setiap desain mengungkap makna tersendiri pula. Meski demikian, bukan berarti batik kemudian hanya dibuat dalam motif dan warna yang klasik. Penyesuaian desain batik terhadap perubahan zaman sangat dibutuhkan untuk menjamin sustainability dalam budaya dan industri batik. Hal ini, menurut William, antara lain terkait pemantauan dan pengembangan produk batik yang sesuai dengan selera generasi muda.

Ia mencontohkan, pada batik dikenal paduan warna biru dan merah (bang biron). Jika warna tersebut ingin dipertahankan, apakah generasi muda masih dapat menerimanya? Kombinasi dan intensitas warna perlu disesuaikan dengan selera anak muda, sehingga bisa melayani pasar mereka.

“Jika anak muda menyukai batik, mereka akan siap untuk terus aktif mempromosikan, membuat, dan mengenakan batik di masa mendatang. Hal ini menjamin kesinambungan regenerasi budaya dan industri batik Indonesia,” katanya.

baca juga
Els mengenakan batik. (Dok, IPI)
Els mengenakan batik. (Dok, IPI)

Els, yang punya cukup banyak koleksi baju batik, pada dasarnya sangat suka fashion. Ia mencari batik yang sesuai gayanya. Bagi dia, warna merah dan biru terkesan terlalu tua dan terlalu gelap bagi remaja, sehingga tidak mungkin dipakai dalam kegiatan sehari-hari.

“Saya pernah tampil dengan casual streetwear yang hoodie-nya terbuat dari batik. Ada juga dress batik biru yang saya pakai dalam beberapa video. Saya punya luaran batik warna putih yang bagus banget,” kata ELS, yang tak sabar ingin mempromosikan batik saat kembali ke Los Angeles nanti, berharap banyak orang Amerika yang bisa melihat keindahan batik.

Sementara itu, Vesta yang lebih suka mengoleksi kain batik, punya trik sendiri dalam memakai batik. Misalnya, kain batik dengan warna klasik lebih banyak ia pakai ke acara formal, dengan atasan kebaya dan sepatu high heels.

“Kalau ingin tampil kasual, bisa pilih kain dengan warna lain, seperti pink, biru, dan ungu. Tinggal dililitkan saja, lalu pakai jaket dan sepatu kets. Atau, kalau pakai atasan batik, bawahannya bisa jins,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaligrafi Arab dalam Batik di Kota Tiongkok Kecil Lasem, Melawan Kepunahan

Kaligrafi Arab dalam Batik di Kota Tiongkok Kecil Lasem, Melawan Kepunahan

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 14:30 WIB

Gibran Kenakan Batik Wahyu Tumurun Saat Upacara HUT ke-76 RI, Ini Lho Maknanya

Gibran Kenakan Batik Wahyu Tumurun Saat Upacara HUT ke-76 RI, Ini Lho Maknanya

Surakarta | Selasa, 17 Agustus 2021 | 12:55 WIB

Outfit Elegan Amanda Manopo saat Bertemu Menteri Ternyata Murah, Warganet Syok

Outfit Elegan Amanda Manopo saat Bertemu Menteri Ternyata Murah, Warganet Syok

Lifestyle | Selasa, 13 Juli 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:35 WIB

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:33 WIB

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:28 WIB

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:25 WIB

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:22 WIB

Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara

Cukai Vape Sumbang Rp2,8 T, Bea Cukai Wanti-wanti Ledakan Produk Ilegal Ancam Penerimaan Negara

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:20 WIB

Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan

Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Bisnis Akar Rumput Untung, BBRI Ikutan Cuan

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:18 WIB

Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit

Lampu Hijau Peluncuran! Sertifikasi Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Terbit

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:15 WIB

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:11 WIB

×