Inovasi Anak Bangsa, Ini 5 Alasan Piring Pelepah Pinang Layak Kamu Beli

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 22:16 WIB
Inovasi Anak Bangsa, Ini 5 Alasan Piring Pelepah Pinang Layak Kamu Beli
Piring Pelepah Pinang. (Foto: KKI WARSI)

Suara.com - Piring pelepah pinang dibuat oleh warga Desa Sinar Wajo dan Desa Sungai Beras yang berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, sebagai solusi mengatasi permintaan akan pinang dan harga pinang yang terus menurun sejak pandemi.

Inovasi piring pelapah pinang ini bahkan diapresiasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Melalui akun Instagramnya, Sandiaga menyebut inovasi tersebut sebagai langkah cemerlang.

Sandiaga juga menilai inovasi ini telah menghadirkan lapangan kerja baru yang mengedepankan aspek kelestarian lingkungan. Ia berharap, jika piring pelepah pinang ini makin dikenal publik, permintaan akan meningkat, sehingga produksinya bisa terindustrialisasi dan harga jualnya bisa lebih rendah.

Tak hanya inovatif, piring pelepan ini juga memiliki keunggulan yang membuatnya layak untuk dibeli. Apa saja?

1. Solusi limbah pelepah
Karena mengandalkan pinang sebagai sumber pendapatan, perkebunan pohon pinang mendominasi area di sekitar Desa Sinar Wajo dan Desa Sungai Beras. Di satu sisi, pinang bisa menopang ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, sampah dari pelepah pinang luar biasa banyak. Jika pelepah itu dibiarkan berserakan di perkebunan dan kemudian mengering, saat musim kemarau, sampah pelepah itu jadi mudah terbakar. Hal ini berbahaya karena bisa memicu kebakaran lahan.

“Ketika inovasi piring pelepah pinang dikembangkan, petani diuntungkan. Mereka tidak harus membersihkan area perkebunan dari pelepah yang setiap hari berjatuhan dan mengotori kebun. Perajin boleh mengambil dan memanfaatkan limbah pelepah itu sebagai bahan baku, tanpa harus membayar sedikit pun. Jadi, bahan baku yang begitu berlimpah bisa didapatkan secara gratis,” kata Ayu Shafira, Fasilitator Komunitas dan Kabupaten Komunitas Konservasi Indonesia - Warung Informasi Konservasi atau KKI Warsi yang melakukan pendampingan terhadap pengembangan produk kerajinan dari pelepah.

2. Bisa dipakai ulang
Konsep piring pelepah pisang ini bukan untuk satu kali pakai. Artinya, piring ini bisa digunakan berulang hingga maksimal 8 kali. Karena itu, piring pelepah pinang bisa menggeser posisi styrofoam.

“Namun, hal ini juga tergantung pada proses pencucian. Kalau piring direndam, kemungkinan besar serat piring akan melunak, karena air masuk ke celah-celah piring, sehingga ia tidak lagi kokoh. Lebih baik dibasuh menggunakan air, tanpa direndam dahulu. Juga tidak perlu digosok terlalu keras dengan sabun,” kata Ayu, memberikan tip mencuci.

3. Harga terjangkau
Sejak mulai menekuni usaha piring pelepah pinang pada November 2020, hingga April 2021 kedua desa ini sudah menjual sekitar 400 buah piring secara total. Harga satu buah piring berkisar antara Rp 5.000 – Rp 6.000.

Ayu menjelaskan, kalau piringnya dibentuk seperti styrofoam yang tertutup, artinya memerlukan dua buah piring pelepah yang kemudian ditangkupkan. Itu berarti harganya bisa menjadi dua kali lipat. Harga ini masih terbilang murah, jika dibandingkan harga piring yang dipasarkan melalui toko online. Ayu pernah menemukan piring yang sama dijual seharga Rp 16.000 di Bali.

Sejauh ini piring tersebut baru dipasarkan di sekitar Jambi dan belum meluas ke daerah lain. Robert Rudini, content creator yang juga konsultan traveling, menyarankan, agar bisa menjangkau konsumen di wilayah lain, ada baiknya dibuatkan konten di media sosial.

“Orang belum bisa membayangkan, bagaimana jika piring ini diberi kuah atau saus, apakah akan bocor atau tidak. Dengan konten yang tepat, buyer yang tertarik bisa melihat referensi konten. Setelah membuat konten, kita bisa bergerak aktif mencari buyer yang memakai produk sejenis,” kata Rudi, yang melihat bahwa demand terbesar adalah Jawa dan Bali.

4. Corak cantik yang menarik
Mengutip siaran pers yang diterima Suara.com, piring yang dipasarkan kini tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk. Ada yang persegi panjang, ada juga yang bundar dalam diameter berbeda-beda. Dari segi warna, piring tersebut terbagi menjadi 3 grade, yaitu A, B, dan C. Grade A adalah piring nyaris tanpa corak atau polos, grade B adalah piring setengah bermotif, dan grade C adalah piring dengan banyak motif.

“Secara kualitas tidak ada perbedaan sama sekali di antara 3 grade tersebut. Warna dan coraknya benar-benar tergantung pada pelepah pinang yang kita dapatkan. Rata-rata konsumen menyukai piring yang bermotif seperti serat kayu alami. Harga piring yang bermotif dikenai harga sedikit lebih mahal, karena tampilannya lebih bagus. Tapi, selisihnya hanya Rp 500, kok,” kata Ayu, menjelaskan.

5. Solusi ekonomi dan lingkungan
Dalam mengerjakan piring pelepah pinang ini, setiap desa memiliki rumah produksi. Lima belas orang dari tiap desa memproduksi piring secara swadaya. Tugas mereka terbagi-bagi, Seperti perusahaan kecil, ada yang bekerja di bagian produksi untuk mencetak pelepah, dan ada yang bertanggung jawab di bagian pemasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diapresiasi Sandiaga Uno, Piring Pelepah Pinang Jadi Inovasi Atasi Limbah Lingkungan

Diapresiasi Sandiaga Uno, Piring Pelepah Pinang Jadi Inovasi Atasi Limbah Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 22:00 WIB

Jadi Lebih Nyaman, Simak 6 Tips Memilih Tempat Cuci Piring untuk Dapur Idaman

Jadi Lebih Nyaman, Simak 6 Tips Memilih Tempat Cuci Piring untuk Dapur Idaman

Lifestyle | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 07:30 WIB

Rumah Makan di Kabupaten Muba, Mulai Alihkan Plastik ke Pelepah Pinang

Rumah Makan di Kabupaten Muba, Mulai Alihkan Plastik ke Pelepah Pinang

Sumsel | Minggu, 13 Juni 2021 | 15:57 WIB

Terkini

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:54 WIB

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:44 WIB

7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan

7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 09:09 WIB

Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia

Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 08:45 WIB

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 08:30 WIB

Cara Cek Bansos Cair Bulan Ini untuk PKH dan BPNT, Ini Panduannya

Cara Cek Bansos Cair Bulan Ini untuk PKH dan BPNT, Ini Panduannya

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 07:55 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung pada 17 April 2026, Saatnya Memulai Babak Baru

5 Zodiak Paling Beruntung pada 17 April 2026, Saatnya Memulai Babak Baru

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 07:53 WIB

7 Moisturizer Terbaik di Indomaret untuk Atasi Flek Hitam

7 Moisturizer Terbaik di Indomaret untuk Atasi Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 07:40 WIB

Terpopuler: Gaji Manajer Koperasi Merah Putih, Harta Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Terpopuler: Gaji Manajer Koperasi Merah Putih, Harta Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 06:45 WIB

Mediterranean Muse: Saat Tas Travel Bertransformasi Menjadi Fashion Statement

Mediterranean Muse: Saat Tas Travel Bertransformasi Menjadi Fashion Statement

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 05:00 WIB