3 Cara Kurangi Sampah Makanan yang Picu Pemanasan Global

Sabtu, 04 September 2021 | 14:24 WIB
3 Cara Kurangi Sampah Makanan yang Picu Pemanasan Global
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Kesenjangan sosial masih terus terjadi di berbagai belahan dunia, salah satunya ditandai dengan meningkatnya food waste atau sampah makanan, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Indonesia sendiri, memiliki tingkat pemborosan makanan yang tinggi dengan pengeluaran sampah makanan sebanyak 121 kilogram per kepala rumah tangga per tahunnya, di mana 77 kilogram berasal dari rumah tangga, 28 persen dari jasa makanan, dan 16 persen limbah retail.

Food waste sendiri bisa mengeluarkan gas metana yang dilepaskan ke lingkungan dan memicu terjadinya pemanasan global.

Jadi penting untuk mengurangi food waste, dengan tiga cara berikut, mengutip siaran pers DBS Indonesia, Sabtu (4/9/2021).

Ilustrasi sisa makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

1. Konsumsi makanan secukupnya

Seringkali, terjadi pembelian atau pengambilan makanan berlebih yang pada akhirnya tidak habis dikonsumsi sehingga makanan tersebut terbuang dan menimbulkan efek negatif pada lingkungan. Maka dari itu, mulailah mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan.

Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mempertimbangkan kebutuhan tubuh dan menahan keinginan untuk mengambil atau membeli makanan hanya karena lapar mata.

Dengan demikian, kebiasaan dalam mengkonsumsi makanan pun akan berubah sehingga produksi sampah makanan per individu akan berkurang.

2. Dukung usaha yang dukung isu food waste

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mendinginkan Ruangan Tanpa AC, Begini Trik Mudah dan Hematnya

Selain mengatur pola konsumsi pribadi, mendukung wirausaha sosial yang memiliki fokus terhadap isu food waste juga dapat membantu mengantisipasi penumpukan sampah makanan di Indonesia.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Surplus Indonesia, wirausaha sosial pengelola food waste yang memiliki misi untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) nomor dua (Zero Hunger), nomor 12 (Responsible Consumption and Production) dan nomor 13 (Climate Action).

Surplus Indonesia bekerja sama dengan berbagai perusahaan makanan di Indonesia untuk menjual kembali hasil produksi makanan berlebih yang diproduksi perusahaan rekanan.

Makanan-makanan ini kemudian dijual setengah harga dari aslinya. Pembeli dapat memilih makanan yang dimiliki cukup dengan mengakses aplikasi yang tersedia di PlayStore dan App Store.

3. Berbagi makanan kepada sesama

Berbagi makanan merupakan salah satu cara terbaik untuk meluaskan dampak positif sekaligus mengurangi gap konsumsi di Indonesia. Terutama di masa pandemi ini, masyarakat semakin disadarkan untuk saling berbagi dan menebar manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI