5 Tanda Pribadi dengan Mental Pesaing, Si Kompetitif yang Kerap Mau Menang Sendiri

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 06 September 2021 | 21:48 WIB
5 Tanda Pribadi dengan Mental Pesaing, Si Kompetitif yang Kerap Mau Menang Sendiri
Ilustrasi Laki-laki dengan mental pesaing (istockphoto)

Suara.com - Menghadapi seseorang yang memiliki mental pesaing bisa sangat melelahkan. Meski baik untuk memaksimalkan potensi diri, namun bergelut dengan orang yang memiliki mental pesaing juga bisa menjerumuskan kita ke hal negatif.

Dikatakan sosok dengan mental pesaing umumnya akan menjebak Anda dalam jeratan permainannya. Diungkap oleh penulis buku Tony Ibrahim, berikut adalal lima tanda mental pesaing seperti yang dikutip dari bukunya yang berjudul Book of Toxic Relationship:

1. Provokatif
Untuk mendapatkan pengakuan dan mengalahkan lawan, orang dengan mental pesaing memilih menyerang lawan dengan nada provokatif. Tak hanya itu, Tony mengungkap orang bermental pesaing memiliki sifat yang sangat menjengkelkan.

"Dia juga paranoid, ofensif, memaksa, dan agresif. Selain itu, mereka juga konfrotantif, tidak dapat dipercaya, argumentatif, dan selalu mencari pertengkaran," ungkap lewat bukunya.

2. Mencari kesempatan untuk menjatuhkan lawan
Orang dengan mental pesaing kadang-kadang punya cara untuk menjatuhkan lawannya sendiri. Bagi mereka, hidup adalah kompetisi dan tidak akan terkalahkan oleh siapapun. Mulai dari mendapatkan pacar, suami, istri, pekerjaan, hingga pengakuan.

"Kalau Anda memberitahu seberapa keras bekerja hari ini, maka dia akan melampaui Anda dengan memberi tahu betapa kerasnya dia bekerja, terlepas dari banyak rintangan yang harus dia atasi," ungkap Tony.

3. Tidak ada waktu untuk bersantai
Jika sebagian orang mengisi waktu sebentar untuk bersantai, berbeda dari orang dengan mental pesaing. Bagi mereka, tidak ada waktu untuk bersantai. Mereka akan siap menerkam siapapun dan juga Anda. Tak hanya itu, Tony mengatakan mental pesaing juga selalu bersikap negatif terhadap orang lain. Hal ini terjadi karena mereka terlalu sibuk bersaing dengan orang lain.

4. Cenderung pamer dan riya
Dalam kehidupan si mental pesaing, mereka cenderung pamer dan riya, sehingga mereka menyombongkan diri tentang pencapaian dirinya di masa lalu dan masa kini. "Dia terus-menerus berusaha membuat Anda terkesan, betapa dia jauh lebih baik daripada Anda," ungkapnya.

5. Menyamar sebagai korban alias playing victim
Seseorang dengan mental pesaing juga cenderung menyamar sebagai korban alias playing victim. Saat menghadapi konflik atau konfrontasi misalnya, untuk mendapatkan kemenangan, ia menyamar sebagai korban dibanding pelaku saat konflik itu terjadi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Kebiasaan Ampuh Membentuk Mental Kuat

6 Kebiasaan Ampuh Membentuk Mental Kuat

Your Say | Minggu, 05 September 2021 | 18:37 WIB

4 Tanda Si Kecil Terlalu Kompetitif, Ayah Bunda Perlu Waspada!

4 Tanda Si Kecil Terlalu Kompetitif, Ayah Bunda Perlu Waspada!

Your Say | Jum'at, 03 September 2021 | 11:22 WIB

5 Cara Meningkatkan Kemampuan yang Kamu Miliki di Suatu Bidang

5 Cara Meningkatkan Kemampuan yang Kamu Miliki di Suatu Bidang

Your Say | Senin, 30 Agustus 2021 | 20:19 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×