alexametrics

Tingkat Okupansi Naik, RedDoorz Optimis Pariwisata Indonesia Menuju Pulih

Vania Rossa
Tingkat Okupansi Naik, RedDoorz Optimis Pariwisata Indonesia Menuju Pulih
RedDoorz Premium near Ragunan Zoo 2. (Suara.com/Dini Afrianti)

Program Hari Belanja Hotel Nasional (Harbholnas) 9.9 lalu telah meningkatkan okupansi RedDoorz di beberapa kota.

Suara.com - Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlahan-lahan semakin longgar karena penurunan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Kelonggaran PPKM ini juga berdampak pada sektor pariwisata.

Geliat sektor pariwisata dimulai ketika pemerintah mulai melakukan uji coba pembukaan 20 destinasi pariwisata di Pulau Jawa secara terbatas dan juga rencana membuka 18 destinasi pariwisata prioritas di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Bangka Belitung, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

Keinginan masyarakat untuk melepas penat dengan berlibur, ditambah dengan diberlakukannya uji coba pembukaan destinasi pariwisata, semakin menumbuhkan keinginan masyarakat untuk kembali berlibur ke berbagai daerah.

Antusiasme masyarakat ini dibuktikan oleh RedDoorz, platform multi-brand perhotelan dan akomodasi terbesar di Asia Tenggara. Pada program ‘Hari Belanja Hotel Nasional’ (Harbholnas) 9.9 lalu, yang diadakan sejak tanggal 7 hingga 9 September 2021, okupansi RedDoorz di beberapa kota di Indonesia meningkat.

Baca Juga: Chile Bolehkan Turis dari Luar Negeri Berkunjung, Tapi Ada Syaratnya

Dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com, peningkatan okupansi tercatat di Belitung sebanyak 150 persen, Lombok 73,68 persen, Padang 18,33 persen, Surabaya 7,86 persen, Semarang 12,23 persen, dan Yogyakarta 10,24 persen.

Harbholnas 9.9 sendiri merupakan program promo yang menyediakan kamar dengan harga mulai dari Rp 99.000, dengan ketersediaan hingga 9.900 kamar di beberapa kota di seluruh Indonesia. Selain itu, Harbholnas 9.9 juga dimeriahkan dengan flash sale serta lucky game machine yang menarik.

Kenaikan okupansi dan minat travelling ini seakan menjadi petunjuk perkembangan baik bagi tren pariwisata Indonesia ke depan.

“RedDoorz percaya bahwa industri pariwisata akan perlahan pulih, kami harap, peningkatan okupansi perhotelan dapat mendorong perindustrian pariwisata di Indonesia,” jelas Irfan Badruzaman, Head of Marketing RedDoorz Indonesia.

Di masa pandemi ini, RedDoorz juga menjamin kebersihan dan keamanan akomodasi dengan menjalankan HygienePass, program sertifikasi yang diinisiasi oleh RedDoorz dan mitra propertinya serta bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Baca Juga: Dispar DIY Dapat Kuota 5 Destinasi Wisata yang Bakal Susul Uji Coba Pembukaan

Sertifikasi HygienePass terbuka untuk seluruh pemilik bisnis hotel di Indonesia, terlepas dari asosiasi merek apa pun, guna menetapkan standar kebersihan di seluruh industri perhotelan dan menekan angka penyebaran Covid-19 di klaster hotel.

Saat ini, sudah lebih dari 1.199 properti RedDoorz di 134 kota di Indonesia telah memperoleh sertifikasi HygienePass.

Komentar