alexametrics

Brand Makeup Lokal Makin Diminati Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Brand Makeup Lokal Makin Diminati Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi makeup. (Pexels/Rawpixel)

Brand makeup lokal Tanah Air juga mampu mendobrak prediksi tren yang mengatakan bisnis makeup saat pandemi meredup.

Suara.com - Patut dibanggakan, kian kemari tren brand makeup lokal semakin diminati masyarakat Indonesia.

Fakta ini terungkap lewat penjualan produk makeup di Sociolla, yang menunjukan penjualan brand lokal terus menerus meningkat hingga 66 persen di tahun 2021 ini.

"Kita lihat, tren brand lokal lagi naik banget. Jadi selama 2021 kenaikannya bisa sampai 66 persen dari brand lokal aja," ujar Co Founder sekaligus CMO Social Bella, Chrisanti Indiana dalam peluncuran Mother of Pearl, Selasa (21/9/2021).

Perempuan yang akrab disapa Santi itu juga menambahkan, bahwa brand makeup lokal Tanah Air mampu mendobrak prediksi tren yang mengatakan bisnis makeup saat pandemi meredup atau anjlok.

Baca Juga: Kemendikbudristek Terus Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Pada Anak Kurang Mampu

Nyatanya, data penjualan menunjukan fakta sebaliknya bahwa kenaikan penjualan brand makeup lokal sangat signifikan, dan masih saja tinggi peminatnya.

"Tapi lucunya ketika lihat tren 2021, makeup itu katanya selama pandemi kurang oke, karena banyak orang di rumah aja. Tapi ternyata ada peningkatan yang lumayan signifikan," ungkap Santi.

Meningkatnya penjualan brand lokal inilah yang akhirnya membuat berbagai platform penjualan skincare dan makeup, mendukung penuh distribusi dan promo brand makeup lokal.

Terlebih, kata Santi jika brand makeup lokal itu terbukti memiliki formula dan kualitas produk yang sangat baik, bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dalam negeri untuk membelinya.

"Jadi kita bantu, dari sisi distribusi dan launchingnya gimana, dari sisi supportnya, dan gimana caranya bisa langsung sampai di konsumen. Jadi kita kasih kepercayaan ke konsumen, gimana bisa ada tempat buat cari reviewnya dulu," pungkas Santi. 

Baca Juga: Pengamat Sebut Penanganan Pandemi di Indonesia Patut Diapresiasi

Komentar