alexametrics

3 Doa Agar Terlindungi Dari Pikiran Kotor

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
3 Doa Agar Terlindungi Dari Pikiran Kotor
Ilustrasi berdoa (Elemen Envato)

Melindungi diri dari pikiran kotor wajib dilakukan oleh setiap muslim.

Suara.com - Di antara bentuk amalan yang harus dilakukan umat muslim adalah dengan menghindari dari pikiran kotor. Untuk itu, sebagai seorang muslim, ada baiknya mengamalkan doa-doa yang bisa melindungi Anda dari pikiran kotor.

Mengutip dari Dalam Islam, berikut tiga doa yang bisa membantu Anda terhindar dari pikiran kotor. Apa saja?

Doa pertama: doa berlindung dari kejelekan akhlak, amal, dan hawa nafsu
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ziyad bin ‘Ilaqah dari pamannya Quthbah bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Allohumma Inni A’udzu Bika Min Munkarootil Akhlaaqi Wal A’maali Wal Ahwaa.

Baca Juga: Doa Agar Hutang Cepat Lunas, Lakukan Hal Ini Juga

Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek.”

Doa kedua: doa taqwa dan kesucian jiwa
Di antara doa yang bisa melindungi dari pikiran yang kotor, adalah doa tentang ketaqwaan hati serta kesucian jiwa. Hal ini terungkap lewat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

Artinya:
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa, dan sucikanlah ia karena Engkau-lah sebaik-baik Rabb yang menyucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya.”


Doa ketiga: memohon perlindungan dari kejahatan dan syaitan
Pikiran kotor bisa muncul karena ada pengaruh syaitan di dalam diri seseorang. Maka dari itu, Rasulullah telah mengajarkan umatnya untuk senantiasa berdzikir sebagai benteng perlindungan diri. Berikut doanya:

Baca Juga: Waktu Paling Mustajab Untuk Berdoa di Hari Jumat

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Komentar