alexametrics

Jangan Menyerah, Ini Tips Bangkit dari Kegagalan

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Jangan Menyerah, Ini Tips Bangkit dari Kegagalan
Ilustrasi (pexels.com/Thirdman)

Bangkit menjadi salah satu cara untuk kembali menjalani rencana dan kehidupan yang baru.

Suara.com - Tidak semuanya yang kita rencanakan bisa langsung berhasil dalam waktu instan. Akan ada lika-liku perjalanan, tak sedikit juga yang sering menemukan kegagalan.

Maka dari itu, bangkit menjadi salah satu cara untuk kembali menjalani rencana dan kehidupan yang baru. Lalu, bagaimana dengan seseorang yang sulit menerima kegagalan?

Mengutip dari Healthshots, Kepala Departemen, Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku Kamna Chhibber, memberikan tiga tips untuk bangkit dari kegagalan. Apa saja? Berikut paparannya!

1. Jangan generalisasi kegagalan

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Memengaruhi Kesehatan Mental, Zendaya Sampai Pergi ke Terapis!

Ilustrasi pria merenung. (pexels.com/Alena Darmel)
Ilustrasi. (pexels.com/Alena Darmel)

Ketika kamu tidak mendapat hasil yang diharapkan, kadang kamu mudah untuk menggeneralisasi keadaan bahwa kamu akan gagal selamanya. Padahal, satu kegagalan bukan berarti selanjutnya akan gagal terus. Kamu perlu belajar dari kegagalan, agar kamu mampu bangkit dari keadaan.

"Alih-alih melihatnya sebagai situasi yang tidak menguntungkan kita, orang-orang selalu berpikir bahwa saya selalu gagal. Padahal, ini menjadi pengalaman untuk mereka," ungkap Chhibber.

Ia mengatakan, tak perlu untuk berpikir negatif. Sebab ini akan memengaruhi dampak kesehatan mental. Selain itu, menggeneralisasi satu situasi dengan perasaan negatif harusnya menjadi sesuatu yang perlu dihindari.

2. Belajar dari kesalahan

Ilustrasi pria patah hati. (freepik.com/freepik)
Ilustrasi. (freepik.com/freepik)

Saat mengalami kegagalan, kamu selalu terbebani dengan keadaan mental yang terpuruk. Bahkan kamu menyalahkan situasi dan keadaan, di mana kamu sulit untuk mengatasi emosi negatif yang kamu alami.

Baca Juga: 7 Jenis Self Care, Tanamkan Rasa Peduli pada Diri Sendiri

Maka dari itu, penting untuk belajar dari kesalahan yang pernah dibuat. Serta menganalisis masalah agar ke depan tidak terulangi lagi.

Komentar