alexametrics

Yayasan Biennale Yogyakarta Tampilkan Pameran Arsip Khatulistiwa Berbasis Teknologi

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
Yayasan Biennale Yogyakarta Tampilkan Pameran Arsip Khatulistiwa Berbasis Teknologi
Pameran Arsip Khatulistiwa pada Selasa (5/10/2021) (Suara/Hiromi)

Pengunjung bahkan bisa mengunjungi museum virtual dalam bentuk permainan daring Minecraft.

Suara.com - Sejak 2011, Biennale Jogja Seri Khatulistiwa (Equator) telah diselenggarakan sebanyak lima kali dan akan ditutup pada seri keenam tahun ini. Biennale Jogja XVI #6 2021 akan digelar dari 6 Oktober sampai 14 November 2021.

Yayasan Biennale Yogyakarta menggelar Pameran Arsip Khatulistiwa di Taman Budaya Yogyakarta. Pameran Arsip Khatulistiwa ini berisikan karya-karya yang pernah dihadirkan di edisi Biennale selama 1 dekade ini.

Arsip yang dimunculkan dalam Pameran Arsip Khatulistiwa ini pun sudah berkesinambungan dengan kecanggihan teknologi. Para pengelola program mengundang enam seniman dengan beragam latar belakang.

Keenamnya adalah Riyan Kresnandi, Mivubi Team, Xhabarabot, Syahrizal Pahlevi, dan Awanda Brima Destia. Sementara untuk Pengarah Artistik & Program Publik digarap oleh Komunitas Sakatoya.

Baca Juga: Presiden Bersama Wapres Tinjau Pameran HUT ke-76 TNI

Pameran Arsip Khatulistiwa pada Selasa (5/10/2021) (Suara/Hiromi)
Pameran Arsip Khatulistiwa pada Selasa (5/10/2021) (Suara/Hiromi)

Untuk mengumpulkan karya-karya dari Biennale Jogja Seri Khatulistiwa #1 sampai #5, seniman Riyan Kresnandi berkolaborasi dengan Tim Mivubi untuk membuat museum virtual dengan basis game online.

Pengunjung bisa menjelajahi pameran Biennale Jogja Seri Khatulistiwa lewat permainan minecraft yang telah disediakan. Di setiap sudut karya juga terdapat barcode yang bisa diakses oleh pengunjung. Barcode tersebut akan berisi informasi seputar arsip karya yang ditampilkan.

“Inisiatif ini penting untuk melihat kemungkinan membaca arsip melalui teknologi, serta mengajak audiens game untuk lebih memahami seni,” ujar Alia.

Secara berturut-turut sejak 2011, Biennale Jogja Seri Khatulistiwa mempertemukan Indonesia dengan India, negara-negara Arab, Nigeria, Brazil, Asia Tenggara, dan tahun ini dengan Oseania. Salah satu hal yang ingin ditunjukkan pada pameran ini adalah perjalanan Yayasan Biennale Yogyakarta di enam edisi pameran yang tersebar di sejumlah negara.

Alia Swastika di Pameran Arsip Khatulistiwa pada Selasa (5/10/2021) (Suara/Hiromi)
Alia Swastika di Pameran Arsip Khatulistiwa pada Selasa (5/10/2021) (Suara/Hiromi)

Selain Pameran Arsip ini, di waktu yang bersamaan, pameran utama Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 dengan tema Roots <> Routes digelar di Jogja National Museum. Ada pula pameran Bilik Negara Korea dan Taiwan, yang masing-masing diselenggarakan di Museum dan Tanah Liat dan Indie Art House.

Baca Juga: Tampil di Pameran Milan Fashion Week, Batik Durian Lubuklinggau Sarat Pesan Kolaborasi

Komentar