alexametrics

RIset: Pandemi Covid-19 Bikin 17,5 persen Konsumen Offline Beralih Belanja Online

Bimo Aria Fundrika
RIset: Pandemi Covid-19 Bikin 17,5 persen Konsumen Offline Beralih Belanja Online
Ilustrasi belanja online. [unsplash]

Pandemi membuat 17,5 persen konsumen offline mulai mencoba berbelanja secara online.

Suara.com - Pandemi Covid-19 membawa banyak peruabahan dalam kehidupan. Tidak terkecuali dengan kebiasaan belanja online masyarakat.

Momentum pandemi membuat hampir semua pemenuhan kebutuhan pokok dan berbagai kegiatan lainnya dialihkan melalui layanan digital.

Masyarakat pun kini dinilai semakin bergantung dengan produk dan layanan yang dihadirkan melalui platform digital, termasuk perilaku konsumen yang semakin mendorong ke berbelanja secara online.

Riset yang dilakukan oleh SIRCLO dengan Katadata Insight Center (KIC) tersebut menunjukkan bahwa pandemi membuat 17,5 persen konsumen offline mulai mencoba berbelanja secara online.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Kemenkes Sebut Shaf Salat Belum Bisa Dirapatkan

Ilustrasi Belanja Online. (freepik)
Ilustrasi Belanja Online. (freepik)

Adapun ragam kanal penjualan yang digunakan oleh konsumen untuk berbelanja online, diantaranya marketplace, media sosial dan website.

Konsumen yang memilih untuk berbelanja online secara eksklusif meningkat dari 11% sebelum pandemi menjadi 25,5% di awal 2021. Menariknya, 74,5% konsumen yang tetap berbelanja secara offline dan online di masa pandemi lebih banyak berbelanja online.

Temuan-temuan riset ini akan dikupas lebih dalam lagi pada diskusi panel “Mendukung Adaptasi Digital melalui Strategi Omnichannel” yang diadakan SIRCLO dan Katadata pada Rabu (27/10).

"Kami mengadakan panel diskusi ini dengan harapan agar seluruh stakeholders yang bersinggungan dengan ekonomi digital, mulai dari pelaku e-commerce dan ekosistem pendukungnya, hingga pemangku kebijakan, bisa mendapatkan wawasan yang bermanfaat untuk strategi bisnis mereka," kata Brian Marshal selaku Founder dan CEO SIRCLO dalam keterangannya, Jumat, (22/10/2021).

Ia menjelaskan, bahwa solusi omnichannel adalah masa depan e-commerce, sehingga sangat penting untuk kita semua pelaku industri agar bersama-sama memiliki wawasan yang terdepan mengenai hal ini.

Baca Juga: Kemenkes: Gelombang Ketiga Covid-19 Adalah Sebuah Keniscayaan

Berkembangnya industri e-commerce di tanah air dan semakin majunya teknologi, pada akhirnya membuat pelaku bisnis harus kian adaptif menerapkan berbagai strategi untuk bisnis mereka.

Komentar