alexametrics

Lewat Kolaborasi, Sovlo Ubah Krisis Jadi Peluang di Masa Pandemi Covid-19

M. Reza Sulaiman
Lewat Kolaborasi, Sovlo Ubah Krisis Jadi Peluang di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi Belanja Online. (pexels/PhotoMIX Company)

Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha mengalami krisis akibat menurunnya penjualan. Meski ada yang bisa bertahan, tidak sedikit usaha yang harus gulung tikar karena pandemi.

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah usaha mengalami krisis akibat menurunnya penjualan. Meski ada yang bisa bertahan, tidak sedikit usaha yang harus gulung tikar karena pandemi.

Salah satu cara untuk tetap bertahan di masa pandemi adalah dengan melakukan kolaborasi. Inilah yang menjadi alasan Lotus Group, perusahaan pembuat souvenir lokal di Indonesia, mengembangkan diri dan membuat brand baru bernama Sovlo.

Lidya Valensia, CEO dan Founder SOVLO mengakui awal kelahiran SOVLO di tengah situasi pandemi sebenarnya langkah survival perusahaan induknya, Lotus Group

“Awalnya kami memang membutuhkan solusi ketika di awal pandemi LOTUS GROUP mengalami penurunan omset cukup drastis, sementara di tengah krisis ini kami pikir justru kami sangat perlu tetap melindungi sekitar 40 orang penjahit dan 30 orang staf kantor yang bekerja buat kami. Ketika itulah, muncul ide melahirkan brand baru berupa produk fesyen siap beli untuk masyarakat umum, sekaligus memanfaatkan platform e-commerce yang tengah menjamur di tengah pandemi," tutur Lidya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Bangkit dari Bangkrut, Ini Kisah Sukses Kattoen Brand Lokal Asal Malang

Warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Jakarta, Rabu (28/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Jakarta, Rabu (28/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Nama SOVLO sendiri diangkat dari akronim SOUVENIR LOKAL, yang merupakan inti dari usaha fesyen yang sejak awal digarap Lotus Group. Pilihan bergerak di platform e-commerce merupakan langkah bijak yang dilakukan founders SOVLO untuk menyelamatkan seluruh tim kerjanya.

Hasilnya ternyata cukup menggembirakan, kombinasi kualitas produk, kemampuan membaca tren pasar, bisnis dan strategi kolaborasi perlahan-lahan menjadikan SOVLO sebagai salah satu brand fesyen yang mencuri perhatian di tahun ini.

SOVLO sendiri mulai mencuri perhatian konsumen ketika meluncurkan tema ilustrasi Strong Woman yang ternyata sangat disukai konsumen karena relevan dengan kondisi pandemi yang saat itu sedang parah-parahnya. Hingga kini, SOVLO masih konsisten dengan tema-tema yang positif dan memberdayakan.

SOVLO mengajak kita semua, tidak hanya pelanggan, untuk saling menguatkan dalam semangat kebersamaan dengan tema-tema positif seperti Strong Woman, Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara, Grateful Indonesia, Colourful Indonesia, Indonesian Brave Kids, Indonesian Strong Woman & Her Pets, Tanaman Hias, Indonesian Heroes dan Indonesia Maju.

“Jadi banyak konsumen yang membeli produk kami tidak hanya untuk diri sendiri, mereka suka mengirimkan produk-produk kami ke teman-teman dan kerabat mereka dengan tujuan untuk saling menguatkan. Itu kami tahu dari feedback di platform e-commerce sendiri. Kami sangat terharu membaca testimoni semacam itu, padahal tanpa konsumen sadari bahwa kami, termasuk staf dan penjahit juga sangat tertolong berkat kepedulian para konsumen yang menyukai produk kami," ungkap Lidya Valensia.

Baca Juga: Kolaborasi NBA-F1: Livery Jet Darat Desain Kostum Basket, Ada Tantangan Lempar Bola Amal

Setelah mulai mengecap sukses di platform e-commerce ini, SOVLO mulai melihat perlunya pengembangan ilustrasi yang tidak mungkin dilakukan hanya secara internal, karena pasti akan menghadapi keterbatasan ide. Inilah awalnya muncul ide berkolaborasi dengan ilustrator lokal yang diumumkan terbuka.

Komentar