4 Manfaat Temu Putih untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

Arendya Nariswari Suara.Com
Kamis, 28 Oktober 2021 | 17:21 WIB
4 Manfaat Temu Putih untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah Pertumbuhan Sel Kanker
Ilustrasi kunyit putih. (Pixabay/Joseph Mucira)

Suara.com - Kunyit putih merupakan saudara dari kunyit kuning. Jika kunyit kuning berwarna kuning, maka kunyit putih berwarna putih. Kunyit putih dikenal juga dengan nama temu putih. Berikut ini manfaat temu putih.

Temu putih atau kunyit putih atau Curcuma zedoaria merupakan tanaman semusim yang yang mana daunnya berbentuk bulat dan berwarna hijau muda.

Umumnya, rimpang temu putih tumbuh pendek, berwarna pucat, banyak serat, dan mengeluarkan aroma yang khas serta rasa yang pahit.

Walaupun tak sepopuler kunyit kuning, namun temu putih juga sering digunakan untuk keperluan obat-obatan tradisional di Jepang maupun China.

Berikut Manfaat Temu Putih

Diketahui, temu putih mengandung kurkuminoidz flavonoid, minyak atsiri, sulfur, astringensia, sedikit lemak, alkaloid, saponin, phenol, glikosida, terpenoid, dan steroid.

Berdasarkan beberapa kandunganya tersebut, simak berikut ini manfaat temu putih bagi kesehatan yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Meminimalisir gejala tak enak badan

Temu putih diketahui memiliki manfaat yang baik dalam mengurangi gejala tak enak badan, seperti batuk, demam, perut kembung, muntah, serta badan menggigil. Sebuah penelitian menyebutkan, temu putih dapat meringankan gejala tak badan tersebut.

Baca Juga: 4 Manfaat Daun Kumis Kucing, Lengkap dengan Cara Aman Mengolahnya

2. Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Sebuah penelitian menyebutkan, kandungan yang terdapat dalam temu putih berguna dalam mencegah pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, seperti kanker usus besar dan kanker ovarium.

Penelitian lain juga menyebutkan, mengonsumsi ekstrak temu putih dapat membantu memperlambat atau mencegah pertumbuhan sel tumor ganas.

3. Menghambat perkembangan bakteri

Manfaat lainnya dari temu putih yaitu membantu dalam menghambat perkembangan bakteri Streptococcus viridans. Diketahui, bakteri ini menyebabkan pneimonia dan sepsis pada orang dengan kondisi neutropenia atau neutrofil rendah. Hal itu mengakibatkan sepsis serta meningitis pada bayi.

4. Mengatasi gejala alergi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI