Bangun Bisnis Saat Pandemi, Natasha Ardiani Ungkap Tantangan Perempuan Memimpin Startup

Vania Rossa

Jum'at, 19 November 2021 | 19:44 WIB
Bangun Bisnis Saat Pandemi, Natasha Ardiani Ungkap Tantangan Perempuan Memimpin Startup
Natasha Ardiani, Pendiri Startup Durianpay. (Dok. Pribadi)

Suara.com - Di masa pandemi, sekitar 30 juta orang Indonesia berbelanja online untuk pertama kalinya. Situasi pandemi memaksa banyak pihak untuk beradaptasi dan berinovasi, baik dari sisi konsumen maupun pebisnis. Kondisi ini menjadi momentum bagi Natasha Ardiani dan dua partnernya untuk mendirikan startup Durianpay, sebuah aplikasi pembayaran digital.

Natasha melihat, situasi Covid-19 melumpuhkan banyak usaha dan meneybabkan keterbatasan mobilitas dikarenakan lockdown. Namun di saat yang sama, banyak usaha-usaha yang ingin go online sehingga hambatan-hambatan yang ada dapat dijadikan sebagai kesempatan ekspansi bisnis di segmen-segmen yang sebelumnya belum terjamah.

Bersama dengan dua rekan lainnya, yaitu Antara Sara Mathai dan Kumar Puspesh, Natasha mantap mendirikan Durianpay tahun 2020. Nama unik tersebut dipilih, karena menurut Natasha, ia dan kedua rekannya ingin memilih nama yang sesuai dengan area di mana usaha mereka beroperasi, tumbuh, dan berasal.

"Nama durian dirasa cocok karena merupakan jenis buah native Asia Tenggara dan namanya terdengar catchy sehingga mudah diingat," kata Natasha, dalam wawancara lewat email.

Masa Depan Fintech yang Menjanjikan
Mendirikan perusahaan startup di bidang fintech, tentu saja Natasha tak bermodal nol. Ia sendiri sudah 5 tahun berkecimpung di bidang fintech. Kariernya di fintech dimulai sejak ia bekerja di Sea Group, parent company Shopee. Ia membantu meluncurkan ShopeePay yang merupakan brand uang elektronik milik Shopee dan Sea Group. Setelah dari Sea, ia pindah ke OVO sebagai Head of Strategy dan kemudian sebagai SVP Lending.

"Ekonomi internet di Indonesia sudah sebesar $50 miliar di 2019 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi $285 miliar di tahun 2025. Potensi yang ditawarkan dunia fintech sangat besar. Landscape-nya terus berubah dan berkembang pesat yang menjadikan field ini sangat menarik," katanya, yakin bahwa fintech menjanjikan masa depan yang cerah.

Menceritakan pengalamannya, di Shopee, Natasha banyak melakukan 0 to 1, mengerjakan project dari nol untuk menjadi sesuatu mulai dari produk uang elektronik, produk buy now paylater (BNPL), dan produk-produk layanan keuangan digital lain.

"Sedangkan di OVO, saya lebih lanjut belajar tentang vertikal-vertikal fintech yang lain seperti lending, asuransi, wealth dan lain-lain. Pada intinya saya suka sekali kultur startup yang fast-paced dan di mana orang-orangnya selalu berorientasi pada inovasi, pembaharuan dan problem solving," katanya.

Targetkan UMKM hingga Usaha Skala Besar
Durianpay melihat peluang yang signifikan untuk meluncurkan layanannya di Indonesia, dan memungkinkan setiap usaha, mulai dari skala kecil hingga besar, untuk mendapatkan keuntungan dari sistem pembayaran yang mudah dioperasikan, utuh, dan terintegrasi secara penuh.

Menargetkan para UMKM atau social sellers hingga perusahaan besar, menurut Natasha, produknya berinovasi agar dapat menjembatani kesenjangan teknologi di pasar. Melalui integrasi tunggal, Durianpay menawarkan akses ke berbagai pilihan pembayaran dan antarmuka tanpa kode di mana pebisnis dapat membuat alur kerja yang secara otomatis dan menerapkan infrastruktur pembayaran dengan instan dan mudah. Proses checkout dan pembayaran sepenuhnya dapat disesuaikan dan dimodifikasi oleh pemilik bisnis.

"Beberapa solusi yang disediakan oleh pemain B2B SaaS (software as a service) pembayaran lainnya memerlukan integrasi yang kompleks atau menyebabkan pemilik bisnis harus melakukan banyak intervensi manual untuk rekonsiliasi pembayaran. Mayoritas dari mereka juga membebankan harga tinggi untuk pengusaha kecil," jelas Natasha mengenai pembeda antara Durianpay dengan produk sejenis.

Saat ini, pengguna Durianpay sendiri lebih banyak digunakan oleh bisnis berupa badan usaha, dan ada beberapa pebisnis individu. Layanan yang digunakan kebanyakan adalah fitur penerimaan pembayaran, fitur disbursement, dan fitur promo.

Meski begitu, Natasha yakin bahwa masih banyak peluang di depan sana yang memungkinkan produknya terus berkembang.

baca juga

Menurut data statistik Bank Indonesia, 87% transaksi ritel di Indonesia masih menggunakan uang tunai atau cash keras, dan sisanya menggunakan kartu debit/kredit dan uang elektronik. Namun, di saat bersamaan, semakin banyak pebisnis berinovasi dan berinvestasi untuk mendigitalisasi hal-hal operasional seperti pembayaran gaji bulanan, pembayaran tagihan, penghitungan dan pembayaran pajak pertambahan nilai, dan lain-lain.

"Dengan adanya layanan keuangan/pembayaran digital, banyak lini-lini bisnis yang dulunya sifatnya manual dan operasional dapat dioptimisasi untuk jadi lebih efisien," kata perempuan kelahiran tahun 1990 ini.

Tantangan Perempuan Memimpin Startup
Menjalankan startup bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Terlebih, Natasha memilih momentum pandemi, yang sangat tidak kondusif, untuk memulai usahanya. Namun, dirinya pribadi merasa yakin dengan apa yang dijalankannya saat ini.

"Saya telah diberkati dengan lingkaran dalam yang sangat mendukung, mentor, jaringan bisnis, akses pasar, dan faktor lainnya. Tetapi ini semua bukan sesuatu yang diberikan untuk saya, tetapi sesuatu yang saya perjuangkan dan usahakan. Dan untuk alasan inilah, saya ingin menggunakan setiap kesempatan untuk memberikan kembali dan membantu perempuan lain untuk menyadari potensi mereka di bidang apa pun yang mereka pilih," kata lulusan Master of Public Administration, Columbia University ini.

Natasha meyakini, pelaku startup harus agile sehingga bisa menyesuaikan respon dan reaksi terhadap perubahan. Selain itu, diperlukan juga sikap tidak pantang menyerah, karena dalam mengembangkan bisnis pasti banyak menemui penolakan, hambatan, dan tantangan.

Ia juga terus meningkatkan kemampuan untuk pandai membaca situasi pasar, karena menurutnya, seorang pelaku startup harus bisa pandai-pandai menentukan apakah produk yang diluncurkan akan tumbuh dan mendapatkan pangsa pasar dan kemudian bisa dimonetisasi.

Meski tantangan selalu ada, Natasha yakin bahwa itu semua adalah bagian dari siklus hidup yang lumrah dihadapi oleh semua orang.

"Saat merasa low energy level, yang saya lakukan cukup beristirahat dan berusaha menjauhkan diri dari kesibukan untuk dapat menjernihkan pikiran dan berstrategi lebih lanjut," kata perempuan yang punya hobi membaca, hiking, dan mendengarkan musik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudiantara: Tekfin Dorong Percepatan Inklusi Keuangan di Indonesia

Rudiantara: Tekfin Dorong Percepatan Inklusi Keuangan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 19 November 2021 | 18:18 WIB

8 Pesona Shani JKT48 yang Difitnah Suap Manajemen

8 Pesona Shani JKT48 yang Difitnah Suap Manajemen

Entertainment | Jum'at, 19 November 2021 | 13:53 WIB

Aktris yang Mengawali Karier Sebagai Idol, Ini Biodata Bae Suzy

Aktris yang Mengawali Karier Sebagai Idol, Ini Biodata Bae Suzy

Sulsel | Jum'at, 19 November 2021 | 13:48 WIB

Terkini

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:50 WIB

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 14:47 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:43 WIB

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:42 WIB

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:37 WIB

×