Ramai Tren 'Add Yours' di Instagram, Pakar Wanti-wanti Bahaya Rekayasa Sosial!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 25 November 2021 | 16:54 WIB
Ramai Tren 'Add Yours' di Instagram, Pakar Wanti-wanti Bahaya Rekayasa Sosial!
Viral Challenge 'Add Yours' Instagram Jadi Modus Penipuan Terbaru. (Twitter/@ditamoechtar)

Suara.com - Mengikuti tren tantangan di media sosial mungkin terasa menyenangkan. Salah satunya tren di media sosial yang sedang digandrungi yakni challange 'add yours' di Instagram berupa stiker balasan untuk berinteraksi dengan teman lainnya.

Melalui fitur itu memungkinkan pengguna untuk memilih topik yang disediakan Instagram atau membuat sendiri topik untuk bahan berbagi. Tapi dibalik keseruan challange itu nyatanya bisa berisiko tindak kriminal jika yang dibagikan termasuk identitas diri.

Seperti cerita dari pegiat media sosial Dita Moechtar. Lewat akun Twitter, Dita bercerita kalau temannya telah menjadi korban penipuan setelah melakukan challenge Instagram add yours yang menantang 'variasi panggilan nama kamu'.

Temannya menelepon sambil menangis dan bercerita telah menjadi korban penipuan yang meminta transfer uang.

Ternyata sang teman langsung percaya dan mentransfer sejumlah uang karena penipu memanggilnya dengan sapaan akrab yang biasanya hanya dilakukan orang terdekatnya. Cerita Dita langsung ramai dijagat Twitter.

Fenomena tersebut sebenarnya disebut juga social engineering alias rekayasa sosial yang merupakan teknik manipulasi psikologi agar individu maupun grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu, seperti data pribadi, secara sukarela. Padahal tindakan itu bisa merugikan dirinya.

Menurut Kasubdiv digital Aat-Risk SAFEnet Ellen Kusuma, fenomena itu biasa terjadi dengan mempertimbangkan kondisi seseorang yang tidak sadar penuh, seperti sedang mengantuk, capek.

Maupun merasa emosi berlebihan, misalnya marah dan panik. Atau juga tidak paham konsekuensinya seperti mengikuti tantangan atau ajakan di media sosial yang terdengar sepele dan tidak berbahaya.

"Digunakan untuk profile link atau tindakan mengumpulkan dan menyusun informasi atas individu atau grup berdasarkan karakteristik tendensi atau informasi data pribadi dengan tujuan tertentu. Bisa juga untuk tujuan yang merugikan," kata Ellen dikutip dari unggahan akun @awaskbgo, Selasa (23/11/2021).

baca juga

Aksi profiling bisa dilakukan dengan mengumpulkan data-data pribadi yang bisa jadi tanpa sadar disebar secara terbuka kepada pengguna lain di media sosial.

Ellen menyebutkan, dengan mengikuti tantangan atau ajakan di media sosial seperti berbagi variasi nama panggilan sebenarnya termasuk mengumbar data pribadi.

Contoh lainnya, seperti menjawab pertanyaan dari unggahan akun tertentu dengan menyusun kalimat berdasarkan angka tanggal kelahiran. 

"Kamu memang nggak pernah posting tanggal lahir atau Kapan ulang tahun secara blak-blakan tapi tetap ketahuan karena ikutan ini," kata Ellen.

Dampak dari perbuatan tersebut salah satunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan pada orang-orang di sekitar.

Melalui profiling yang dilakukan secara sukarela itu, pelaku bisa beraksi seolah-olah telah mengenal korbannya dengan dekat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aneh Tapi Nyata, Rambu-rambu Lalu Lintas di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Copot

Aneh Tapi Nyata, Rambu-rambu Lalu Lintas di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda Copot

Kaltim | Kamis, 25 November 2021 | 14:30 WIB

Baru Debut jadi Artis, Instagram Adik Vanessa Angel Menghilang

Baru Debut jadi Artis, Instagram Adik Vanessa Angel Menghilang

Entertainment | Kamis, 25 November 2021 | 14:09 WIB

Viral, Diduga Karena Cemburu, Seorang Istri Pukuli Suaminya di Depan Pewawancara Cantik

Viral, Diduga Karena Cemburu, Seorang Istri Pukuli Suaminya di Depan Pewawancara Cantik

Kaltim | Kamis, 25 November 2021 | 13:42 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×