Perang Opium dan Sejarah Terjadinya Revolusi Tiongkok

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 29 November 2021 | 09:49 WIB
Perang Opium dan Sejarah Terjadinya Revolusi Tiongkok
Ilustrasi tumbuhan opium, awal mula penyeba Revolusi Tiongkok (Pixabay/Adege)

Suara.com - Materi terkait Revolusi Tiongkok kerap dibahas dalam mata pelajaran sejarah. Revolusi sendiri berarti suatu perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam waktu yang cepat.

Setelah Amerika Serikat, kini Tiongkok juga dianggap sebagai salah satu negara berpengaruh di dunia.

Hal ini tidak luput dari terjadinya Revolusi Tiongkok yang menjadi cikal bakal keberhasilan China menjadi negara besar dunia seperti saat ini.

Penyebab terjadinya Revolusi Tiongkok

1. Perang Opium I dan II
Mengutip Ruang Guru, Senin (29/11/2021) kedatangan bangsa-bangsa Barat mulanya diawali dengan perdagangan. Jika Indonesia terkenal dengan komoditi rempah, maka Tiongkok terkenal dengan opium.

Bubuk opium dicampur ke resep masakan mi (Sin Chew Daily)
Bubuk opium (Sin Chew Daily)

Opium adalah tanaman obat, bumbu dapur, kerap jadi bahan baku narkotika. Komoditas ini dipilih karena mendatangkan keuntungan yang besar bagi Inggris.

Sebetulnya, mengonsumsi bahan ini telah dilarang oleh Kaisar karena menimbulkan dampak yang buruk. Meski begitu, pihak Inggris tetap memaksa untuk memperjualbelikan komoditas ini.

Akibat larangan tersebut, Inggris memberi perlawanan dengan mengirim armada Angkatan Laut dan berhasil menguasai kota pelabuhan Hongkong, Kanton, Xiamen, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai.

Tiongkok-pun terpaksa mengakui keunggulan Inggris dengan menandatangani Perjanjian Nanking pada 1842.

Tidak sampai di situ, pada 1856-1860 terjadi Perang Opium II antara Dinasti Qing dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis.

Penyebabnya karena bangsa barat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan ke Tiongkok. Penyebab lainnya adalah karena Tiongkok menghentikan kapal The Arrow milik Inggris.

Untuk mengakhiri perang, munculah perjanjian Treaty of Nanjing pada Juni 1858.

2. Invasi Jepang
Tiongkok dan Jepang pernah berperang selama 1894-1895. Perang ini disebabkan karena Pemberontakan Donghak.

Perlu jadi catatan, pemberontakan ini terjadi di Korea, bukan Tiongkok.

Pemberontakan dilakukan oleh petani-petani Korea yang marah dan pengikut agama Donghak, suatu agama panteisme yang dipandang sebagai ideologi politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Kabupaten Lamongan, Sosok Mbah Langon Hingga Soal Soto

Sejarah Kabupaten Lamongan, Sosok Mbah Langon Hingga Soal Soto

Jatim | Minggu, 28 November 2021 | 19:35 WIB

Sejarah Hari Korpri 29 November yang Penting Untuk Diketahui

Sejarah Hari Korpri 29 November yang Penting Untuk Diketahui

News | Minggu, 28 November 2021 | 19:09 WIB

Haedar Nashir: Kepentingan Politik Kekuasaan Kerap Mengubah Realitas Sejarah

Haedar Nashir: Kepentingan Politik Kekuasaan Kerap Mengubah Realitas Sejarah

Jogja | Sabtu, 27 November 2021 | 21:26 WIB

Terkini

Berkaca dari Kasus Mahasiswa FH UI: Pahami Arti Consent Sebenarnya Lewat Prinsip FRIES

Berkaca dari Kasus Mahasiswa FH UI: Pahami Arti Consent Sebenarnya Lewat Prinsip FRIES

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:15 WIB

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam Hari untuk Atasi Flek Hitam Membandel

Urutan Skincare Wardah Malam Hari untuk Atasi Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

7 Sepeda Lipat 20 Inch, Nyaman dan Ringkas Mulai Rp1 Jutaan

7 Sepeda Lipat 20 Inch, Nyaman dan Ringkas Mulai Rp1 Jutaan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:01 WIB

Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat

Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:47 WIB

7 Parfum Pria Aroma Woody, Wangi Maskulin Mewah dan Tahan Lama!

7 Parfum Pria Aroma Woody, Wangi Maskulin Mewah dan Tahan Lama!

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

5 Bedak Padat Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Simpel Flawless

5 Bedak Padat Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Simpel Flawless

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:13 WIB

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:03 WIB

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Oleh 16 Mahasiswa FH UI di Grup Chat

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Oleh 16 Mahasiswa FH UI di Grup Chat

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:50 WIB

Lowongan Kerja Kapal Api Group Terkini: 8 Daftar Perusahaan, Lokasi, dan Syarat Lengkap

Lowongan Kerja Kapal Api Group Terkini: 8 Daftar Perusahaan, Lokasi, dan Syarat Lengkap

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:48 WIB