alexametrics

Pandemi Covid-19, Fashion Masuk Tiga Kategori Pembelian Produk UMKM Paling Banyak

Risna Halidi
Pandemi Covid-19, Fashion Masuk Tiga Kategori Pembelian Produk UMKM Paling Banyak
Ilustrasi fashion wanita. (Pexels/Sound On)

Makanan dan Minuman, Perlengkapan Rumah Tangga, serta Fashion Wanita, adalah kategori-kategori dengan pembelian produk tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Suara.com - Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM merupakan salah satu aspek kritikal penggerak roda perekonomian Indonesia. Akan tetapi, untuk memasuki dunia usaha itu sendiri, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan serta dipelajari agar produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan serta target pasar yang dituju.

Belum lama ini, Evermos dan Soka Institute membuat Riset Pasar untuk mengetahui produk serta kategori apa yang tengah digemari, dalam mendukung para pelaku UMKM untuk berkembang, serta menghindari kegagalan bisnis di tahap awal.

Riset dilakukan dengan melakukan analisa gabungan hasil penjualan produk tertinggi di platform online dan e-commerce, serta dikombinasikan dengan riset sekunder dari sumber pihak ketiga.

Hasilnya, diketahui Makanan dan Minuman, Perlengkapan Rumah Tangga, serta Fashion Wanita, adalah kategori-kategori dengan pembelian produk tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga: Wayang vs Pandemi: Mampukah Para Perajin Bertahan?

Evermos menganalisis kategori yang paling sering dibeli dengan skala 1-100, dengan kategori Makanan Minuman berada di posisi teratas dengan skala 50.26, kemudian diikuti dengan Perlengkapan Rumah Tangga 33.36 dan Fashion Wanita 27.25.

Situasi pandemi memang membuat sejumlah perubahan atau shift dalam kebutuhan serta preferensi konsumen dalam membeli produk.

Misalnya produk di kategori Perlengkapan Rumah Tangga yang frekuensi penjualannya menjadi meningkat karena masyarakat banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Peralatan dan perlengkapan rumah menjadi prioritas agar aktivitas di rumah dapat menjadi semakin nyaman. Beberapa produk dengan penjualan tinggi antara lain sprei dan bed cover, spatula, serta pisau dapur.

Begitu pun untuk kategori Fashion Wanita. Meskipun fashion merupakan salah satu kategori yang paling terdampak selama pandemi, fashion masih menjadi salah satu kategori dominan dalam penjualan online.

Baca Juga: Gelar Export Brilianpreneur 2021, BRI Targetkan Transaksi 65 Juta Dolar AS

Penjualan produk seperti baju olahraga dan baju santai terutama justru mengalami peningkatan selama di masa pandemi ini. Bila terdapat sejumlah produk yang mengalami tren kenaikan, tentu ada pula kategori produk yang justru menunjukkan tren negatif atau penurunan penjualan.

Produk-produk yang ada di kategori ini antara lain adalah lipstick, yang penggunaannya menjadi turun karena tertutup penggunaan masker selama masa pandemi.

Sebelumnya menurut data riset pasar Evermos yang diterbitkan oleh World Economic Forum tahun 2021, 99 persen UMKM gagal berkembang karena produk yang dihadirkan tidak sesuai kebutuhan pasar.

Hal ini yang kemudian sering menjadi tantangan utama kalangan usaha di kategori New Comer atau pendatang baru. Mereka yang dikategorikan New Comer merupakan bentuk usaha yang ada pada tahap baru saja dimulai.

Umumnya mereka masih terjebak dalam mengidentifikasi kecocokan pasar, memiliki penghasilan di bawah 1 miliar rupiah per tahun, memiliki kemampuan logistik dan produksi yang sangat terbatas atau bahkan tidak ada, serta hanya memiliki satu hingga dua saluran distribusi penjualan.

Penentuan produk untuk dijual adalah elemen utama yang perlu ditetapkan pada saat memulai usaha.

Sayangnya, 99 persen UMKM yang terjebak dalam kategori New Comer ini, masih sulit menentukan produk mana yang sesuai dengan pasar atau product market fit mereka, sehingga lebih berisiko gagal dalam mengembangkan bisnis ke depannya.

"UMKM perlu memiliki kemampuan untuk membaca dan mengolah data. Baik untuk mereka yang baru memulai atau di tahap pengembangan, dengan bergerak dari data, para pemilik usaha dapat membuat kebijakan bisnis serta menangkap kebutuhan di pasar dengan lebih tepat," terang Co-founder Evermos, Ilham Taufiq dikutip dari siaran pers, Rabu (1/12/2021).

Secara singkat, data yang dibutuhkan para pelaku UMKM ini dapat diperoleh melalui Google Trends, hashtag di media sosial, hingga turun langsung ke lapangan.

Komentar